LINIKATA.COM, PATI – Nasib nahas menimpa dua nelayan asal Kecamatan Dukuhseti, Kabupaten Pati, yang terhempas badai saat melaut di Perairan Laut Jawa pada Rabu (21/1/2026). Setelah empat hari pencarian, satu korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, sementara satu lainnya masih dinyatakan hilang.
Korban tewas diidentifikasi sebagai Oki Dimas Pebriyanto (25), warga Desa Banyutowo. Jasadnya ditemukan mengapung di Perairan Juwana pada Sabtu (24/1/2026) sekitar pukul 10.30 WIB, setelah terseret arus hingga puluhan kilometer dari titik awal kejadian. Namun, rekannya yang bernama Winarto (42), warga Desa Kinanti, hingga kini belum ditemukan.
Kronologi Penemuan Korban
Pencarian mandiri yang dilakukan oleh puluhan nelayan membuahkan hasil ketika jasad Oki terlihat di perairan. Kapolresta Pati melalui Kasat Polairud Polresta Pati, Kompol Hendrik Irawan, mengonfirmasi penemuan tersebut.
Baca juga: Perjuangan Warga Mintobasuki Pati Terjang Banjir 2 Km Pakai Perahu Demi Antar Jenazah
“Korban ditemukan oleh nelayan sekitar yang sejak pagi melakukan pencarian bersama sekitar 20 perahu,” ujar Kompol Hendrik dalam rilisnya.
Jasad korban langsung dievakuasi ke rumah duka untuk menjalani pemeriksaan medis oleh tim Puskesmas Dukuhseti. Berdasarkan identifikasi fisik, tidak ditemukan indikasi penganiayaan.
“Dari hasil pemeriksaan awal, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban,” katanya.
Penyebab Kecelakaan dan Kelanjutan Pencarian
Insiden ini bermula saat cuaca ekstrem melanda wilayah perairan Pati di tengah musim angin barat. Angin kencang dan gelombang tinggi diduga menjadi penyebab utama kedua nelayan tersebut jatuh dari perahu.
“Korban diduga terjatuh ke laut akibat cuaca buruk dengan angin kencang dan gelombang tinggi,” jelasnya.
Hingga saat ini, Tim SAR gabungan yang terdiri dari Satpolairud, Polsek Dukuhseti, dan relawan masih berupaya keras menyisir area sekitar lokasi hilangnya korban kedua. Fokus pencarian kini diarahkan mengikuti pergerakan arus laut.
“Satu korban lainnya masih dalam pencarian dan akan dilanjutkan besok pagi. Kami menyesuaikan pencarian dengan kondisi arus dan cuaca di lapangan,” beber Kompol Hendrik.
Imbauan Keselamatan
Menyikapi cuaca ekstrem yang masih mengintai, pihak kepolisian meminta seluruh nelayan untuk menahan diri dan mengutamakan keselamatan jiwa di atas segalanya.
“Keselamatan adalah yang utama, selalu pantau informasi cuaca sebelum melaut,” pungkasnya. (LK1)
Editor: Ahmad Muhlisin














