LINIKATA.COM, PATI – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah kantor Bupati Pati terkait kasus dugaan pemerasan calon perangkat desa (Caperdes), Kamis (22/1/2026).
Pantauan di lokasi, belasan penyidik KPK tiba di Pendapa Pati sekitar pukul 11.00 WIB. Mereka mengendarai empat mobil Kijang Innova berwarna hitam. Satu mobil berplat nomor AB dan tiga lainnya berpelat nomor H. Mereka tampak membawa beberapa kamera, dan perlengkapan penyidikan.
Sejumlah personel kepolisian dengan membawa senjata laras panjang juga tampak berjaga di dua titik lokasi, yaitu pintu masuk rumah dinas bupati dan area Pendapa Pati. Mobil Polresta Pati juga tampak terparkir di halaman Pendapa Pati.
Baca juga: KPK Tetapkan Sudewo Tersangka Kasus Pemerasan Jabatan Perangkat Desa
Sampai pukul 14.30, penyidik KPK masih melakukan penggeledahan di dua ruang.
Menurut salah satu Aparatur Sipil Negara (ASN) yang tidak mau disebutkan namanya, sejumlah penyidik KPK melakukan penggeledahan di rumah dinas di sisi Barat Pendapa Pati dan ruang kerja di sisi Timur. Mereka didampingi ASN Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati.
Namun, dia tidak mengetahui jumlah pasti penyidik KPK yang menggeledah Kantor Bupati Pati.
“Setahuku yang diperiksa rumah dinas dan ruang kerja. Tadi penyidik KPK tiba sekitar jam 11.00,” katanya.
Terpisah, Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Pati, Teguh Widyatmoko mengaku tidak tahu ada penggeledahan KPK. Menurutnya, hari ini di Pendapa Pati ada agenda rapat koordinasi membahas penanganan banjir.
Baca juga: Sudewo Diduga Peras Caperades Rp125-150 Juta, Dimark-up jadi Rp165-225 Juta
“Tidak tahu (penggeledahan KPK). Acaranya hanya rapat. Rapat bahas banjir,” ungkap Teguh.
Ketika ditanya apakah ada kegiatan lain di Pendapa Pati, Teguh bungkam sambil berjalan ke ruangannya.
“Hanya rapat bahas banjir,” jawabnya singkat. (LK1)
Editor: Ahmad Muhlisin














