LINIKATA.COM, PATI – Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Pati mencatat sebanyak 4.400 hektare lahan pertanian terdampak banjir yang terjadi sejak Jumat (9/1/2026). Mayoritas lahan dengan tanaman padi, bawang merah, hingga tebu itu mengalami puso atau gagal panen.
Kepala Dispertan Kabupaten Pati, Ratri Wijayanto, mengatakan, untuk lahan padi tersebar di enam kecamatan, yaitu Dukuhseti, Gabus, Jakenan, Kayen, Pati, dan Sukolilo. Sedangkan bawang merah berada di Wedarijaksa yang merupakan sentra bawang merah di Kabupaten Pati dan sebagian kecil di Batangan.
“Areal pertanian yang terdampak banjir sudah mencapai 4.400 hektare. Mayoritas tanaman padi,” bebernya saat dihubungi lewat telepon, Jumat (16/1/2026).
Baca juga: Puluhan Hektare Sawah di Banjarsari Pati Kebanjiran, Kerugian Capai Rp100 Juta
Menurutnya, banjir yang menggenangi lahan pertanian mengakibatkan tanaman menjadi busuk atau puso. Namun, pihaknya belum bisa menghitung jumlah total taksiran kerugian petani.
Saat ini, Dispertan Pati sedang berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pati untuk mencari solusi bersama dalam memberikan penanganan pasca-banjir pada petani yang lahannya puso.
“Dispertan Pati terus berupaya melakukan pendataan lahan yang tergenang banjir. Apalagi sejauh ini banjir semakin meluas,” tandasnya.
Baca juga: Warga Mintobasuki Pati Terpaksa Berkarib dengan Banjir Tahunan
Terpisah, Kepala Desa Banjarsari, Kecamatan Gabus, Sudiman, menyebut, kerugian akibat banjir yang melanda 97 hektare tanaman padi mencapai Rp100 juta. Jumlah tersebut terhitung sedikit karena baru 35 hektare yang ditanami padi dengan umur 20 sampai 30 hari.
“Persawahan (di Banjarsari) 97 hektare, yang ditanami ada 35 hektare. Kerugian ya, kira-kira Rp100 juta,” ungkap dia. (LK1)
Editor: Ahmad Muhlisin














