LINIKATA.COM, PATI – Jalan alternatif penghubung Kabupaten Pati dengan Kabupaten Kudus melalui Desa Kasiyan dan Gadudero dipastikan tersendat. Arus Lalu lintas bagi kendaraan roda dua hampir lumpuh karena ketinggian air mencapai 70 centimeter.
Pantauan di lokasi, banjir yang menggenangi desa sejak Rabu (14/1/2026) itu terus meluas dan debit air semakin tinggi. Wilayah yang terdampak paling parah berada di Dukuh Penggingwangi dengan ketinggian air di permukiman mencapai 1,5 meter dan di jalan sekitar 70 centimeter.
Kepala Dusun (Kadus) Penggingwangi, Budi Sutrisno, menyampaikan, banjir kali ini merendam 90 rumah dengan warga terdampak mencapai 333 jiwa dari 116 Kepala Keluarga (KK).
Baca juga: Tiap Tahun Langganan Banjir, Nasib Desa Kasiyan Sungguh Kasihan
“Dari 333 jiwa itu, laki-laki dewasa 149 jiwa, perempuan dewasa 149 jiwa, dan balita 35 jiwa (balita laki-laki 14 jiwa dan balita perempuan 21 jiwa),” terangnya, Jumat (16/1/2026).
Warga yang terdampak banjir ini ada yang memutuskan untuk mengungsi sekaligus mengamankan aset berharga mereka. Namun, ada pula warga yang memilih menetap di kediamannya meski harus bergelut dengan air bah.
Titik pengungsian berada di posko dekat Masjid Dukuh Penggingwangi. Warga bisa mengamankan barang berharga jika rumahnya terancam tak bisa ditinggali untuk sementara waktu.
“Ketinggian air di jalan 50 sentimeter sampai 70 sentimeter, kalau di permukiman 80 sentimeter sampai di atas 1 meter. Untuk saat ini pengungsi barusan mengungsi di sebelah masjid Penggingwangi,” kata Budi.
Menurut Budi, warga kini mulai kesulitan mengakses air bersih untuk kebutuhan sehari-hari. Mereka terpaksa memanfaatkan air isi ulang dari depo terdekat yang pasokannya masih aman.
“Belum ada bantuan air bersih, tapi saat ini masih aman,” tuturnya.
Baca juga: Puluhan Hektare Sawah di Banjarsari Pati Kebanjiran, Kerugian Capai Rp100 Juta
Maka dari itu, dia berharap pemerintah segera turun tangan untuk meringankan beban masyarakat Dukuh Penggingwangi, Desa Kasiyan. Sejauh ini mereka sangat terdampak karena daerah tersebut menjadi kawasan paling rawan selama musim penghujan.
Pihaknya juga menyarankan kepada pengguna kendaraan memilih jalur lain. Menurutnya, debit air yang tinggi menyebabkan kendaraan mogok, dan terjangan air dari kendaraan menyebabkan banjir di permukiman semakin tinggi.
“Titik terdalam di sebelah barat masjid. Untuk saat ini lalu lintas mobil masih aman, kalau sepeda motor tidak bisa, maka sebaiknya mencari jalan pintas dulu karena motor banyak yang macet, mogok,” ujarnya. (LK1)
Editor: Ahmad Muhlisin














