LINIKATA.COM, PATI – Puluhan hektare sawah di Desa Banjarsari, Kecamatan Gabus, Kabupaten Pati terendam banjir sejak Minggu (11/1/2026). Akibatnya, petani ditaksir merugi hingga Rp100 juta.
Kepala Desa Banjarsari, Sudiman, mengatakan, banjir melanda desanya akibat luapan Sungai Silugonggo, Gono dan Godo. Banjir tersebut merendam 97 hektare sawah di desa tersebut. Luasan sawah terdampak ini kemungkinan bertambah karena sampai Jumat (16/1/2026) ketinggian banjir terus bertambah.
“Persawahan (di Banjarsari) 97 hektare mas, yang ditanami ada 35 hektare,” katanya, Jumat (16/1/2026).
Baca juga: Derita Kholifah, dalam 3 Tahun Rumahnya 2 Kali Dihancurkan Banjir Bandang
Menurutnya, mayoritas umur padi di sawah tersebut baru 20 sampai 30 hari. Namun, petani sudah pasrah karena dipastikan akan gagal panen.
“35 hektare itu baru tanam umur 20 sampai 30 hari. Kerugian ya, kira-kira Rp100 juta,” beber Sudiman.
Selain menggenangi sawah, ungkap Sudiman, banjir juga merendam permukiman dengan ketinggian sekitar 30 sampai 40 centimeter.
“Yang terdampak ada 135 rumah. Jumlah KK (kepala keluarga) di sini 876 jiwa dan yang terdampak 673 jiwa,” beber dia.
Baca juga: Tiap Tahun Langganan Banjir, Nasib Desa Kasiyan Sungguh Kasihan
Menurutnya, sampai saat ini belum ada korban banjir yang mengungsi. Mereka enggan meninggalkan rumah karena rata-rata punya hewan ternak yang harus dijaga.
“Harapan kami itu tadi Bapak Bupati sudah menyampaikan mau normalisasi Sungai Gono sama sungai Godo,” tuntas Sudiman. (LK1)
Editor: Ahmad Muhlisin














