LINIKATA.COM, PATI – Petani jagung di Desa Wukirsari, Kecamatan Tambakromo, Kabupaten Pati merugi hingga mencapai Rp10 juta per hektare akibat serangan tikus. Kondisi ini membuat banyak warga terpaksa merantau untuk membayar utang ongkos produksi.
Kepala Desa Wukirsari, Sulistiono, menjelaskan, serangan tikus ini terus meningkat setiap tahun. Daya rusaknya pun tak main-main karena sekitar 90 persen lahan atau sekitar ratusan hektare tanaman jagung tak bisa dipanen.
Akibat hama itu, para petani banyak yang merugi lantaran tanaman jagungnya gagal panen. Sekarang warga harus merantau untuk menutupi kebutuhan setelah tak dapat bergantung pada lahan pertanian.
Baca juga: Tanaman Jagung Diserang Tikus, Petani Wukirsari Pati Merana
“Padahal mayoritas warga itu petani. Lahan jagung sendiri yang masuk kawasan hutan mencapai 450 hektare sementara di pemajakan (desa) sampai 250 hektare,” terang dia, Selasa (6/1/2026).
Menurutnya, dampak itu diperkirakan menyebabkan kerugian material yang begitu besar. Mengingat, untuk satu hektare lahan sawah biaya operasional mampu mencapai Rp10 juta.
“Tinggal dikalikan berapa hektare tersebut,” imbuh dia.
Sulistiono sendiri menyebut ke depan akan mengambil upaya berkelanjutan, yakni membuat rumah untuk burung hantu sehingga bisa mengatasi persoalan hama tikus tersebut. (LK1)
Editor: Ahmad Muhlisin














