LINIKATA.COM, KUDUS – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Kudus mencatat tren angka kecelakaan lalu lintas di wilayah Kabupaten Kudus sepanjang 2025 mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya. Hal itu disebabkan kurangnya kewaspadaan pengendara, hingga kondisi infrastruktur jalan.
Kapolres Kudus AKBP Heru Dwi Purnomo, melalui Kasatlantas AKP Royke Noldy Darean, menyebutkan bahwa kenaikan angka kecelakaan di Kudus pada 2025 cukup signifikan, baik dari jumlah kejadian maupun kerugian material dibandingkan tahun sebelumnya.
“Kenaikan jumlah kejadian dari 1.035 menjadi 1.127 kasus. Untuk korban meninggal dunia juga naik dari 113 menjadi 118 jiwa di tahun 2025,” ujar Royke didampingi Kanit Gakkum Satlantas Polres Kudus, Ipda Moh Jafar, Jumat (2/1/2026).
Baca juga: Polres Kudus Tangani 278 Kasus Kriminal di 2025; Dari Pembunuhan hingga Korupsi
Berdasarkan data, ada fakta memprihatinkan terkait profil usia korban. Kelompok usia produktif mendominasi angka keterlibatan kecelakaan, dengan rincian usia 10-25 tahun sebesar 40 persen, usia 26-40 tahun 30 persen, usia 41-50 tahun 20 persen, dan usia 51-70 tahun 10 persen.
“Tingginya angka pada kelompok usia 10-25 tahun, menunjukkan bahwa pelajar dan mahasiswa menjadi kelompok yang paling rentan terhadap risiko kecelakaan di jalanan Kudus,” kata Jafar.
Adapun penyebab kecelakaan, lanjut Jafar, mayoritas kecelakaan dipicu oleh faktor kelalaian manusia (human error). Namun, kondisi lingkungan juga turut andil dalam memperburuk situasi.
“Rata-rata karena kurang kehati-hatian pengendara dan adanya infrastruktur jalan yang rusak di beberapa titik, serta minimnya penerangan jalan,” tambahnya.
Baca juga: Dua Pelaku Pengeroyokan Juru Parkir di Kudus Berhasil Diringkus
Faktor kecelakaan itu, akan menjadi evaluasi serius bagi pihak kepolisian dan instansi terkait. Kendati, pengendara meningkatkan kewaspadaan dan selalu fokus saat berkendara, serta mematuhi rambu lalu lintas tanpa terkecuali.
“Kami juga meminta agar selalu mengecek kondisi kendaraan agar tetap prima sebelum bepergian. Dengan kesadaran masyarakat yang meningkat, angka kecelakaan dan fatalitas korban di Kudus dapat ditekan,” pungkasnya. (LK9)
Editor: Ahmad Muhlisin














