LINIKATA.COM, PATI – Warga Desa Ketitangwetan, Kecamatan Batangan, Kabupaten Pati punya cara berbeda untuk menyambut Tahun Baru 2026, Rabu (31/12/2025) malam. Alih-alih menggelar pesta meriah hingga kembang api, mereka justru menggelar doa bersama untuk korban bencana Sumatra.
Kegiatan doa bersama itu berbarengan dengan acara bakar-bakar ikan hasil panen di tambak. Tak hanya di satu lokasi, aksi tersebut rupanya dilakukan di berbagai titik. Ini sekaligus bentuk syukur warga yang kebanyakan berprofesi sebagai nelayan dan petambak.
Mereka tampak guyub rukun menyiapkan santapan, mulai dari menanak nasi, membakar ikan dari bandeng hingga nila, termasuk sate ayam dan sosis. Mereka punya peran masing-masing agar makanan bisa segera dihidangkan.
Baca juga: Refleksi 2025, IJTI: 1.000 Lebih Jurnalis Kena PHK, Lawannya Kini Medsos dan AI
Setelah semuanya matang, berbagai lauk pauk dan nasi itu lantas ditata di alas makan yang ditata memanjang. Puluhan warga itu pun kemudian duduk melingkar dan kemudian berdoa yang dipimpin oleh kepala desa. Isi doa itu mengharapkan kesejahteraan masyarakat, hingga mendoakan korban bencana di Sumatra.
Kepala Desa Ketitangwetan, Ali Muntoha, menjelaskan, kegiatan ini merupakan bentuk rasa syukur sekaligus kepatuhan terhadap imbauan pemerintah agar masyarakat tidak berfoya-foya atau menyalakan kembang api.
“Malam tahun baru ini kami mengadakan syukuran bakar ikan. Selain bersyukur atas hasil panen, kami juga mendoakan saudara-saudara kita di Sumatra yang sedang tertimpa musibah banjir. Semoga kondisi di sana cepat pulih dan aktivitas masyarakat bisa kembali berjalan seperti semula,” ujarnya.
Ia menambahkan, mayoritas warga Ketitangwetan menggantungkan hidup dari sektor tambak. Karena itu, bakar ikan dari hasil panen sendiri dipilih sebagai simbol kebersamaan dan kemandirian desa.
Salah satu warga, Subur, mengungkapkan rasa syukurnya atas dukungan pemerintah desa dalam kegiatan tersebut.
Baca juga: Hormati Korban Bencana Sumatra, Pemkab Pati Tak Gelar Pesta Tahun Baru 2026
“Alhamdulillah, kami bisa berkumpul, bakar-bakar ikan, dan bersyukur bersama. Semoga ke depan kondisi desa semakin baik, aman, dan tidak ada kendala, termasuk bencana seperti banjir,” katanya.
Melalui doa bersama ini, warga Ketitangwetan berharap tahun 2026 membawa ketenangan dan keselamatan bagi semua, khususnya bagi masyarakat yang tengah menghadapi ujian bencana.
“Harapan tahun 2026, semua bencana semoga sudah aman semua,” harapnya. (LK1)
Editor: Ahmad Muhlisin















