LINIKATA.COM, PATI – Teater Minatani Pati akan mementaskan ‘Martir’ di Kabupaten Kudus dan Kota Semarang. Pementasan produksi ke-17 ini akan dibuka di Auditorium Universitas Muria Kudus (UMK) pada Rabu (3/12/2025) mendatang.
Mereka bekerja sama dengan Teater Tigakoma UMK, Teater Satoesh UIN Kudus dan Keluarga Segitiga Teater untuk mementaskan ’Martir’ di Kota Kretek.
Sementara pentas ke dua akan dilangsungkan di Auditorium Kampus 1 UIN Walisongo Semarang. Pada agenda yang berlangsung pada Rabu (17/12/2025) mendatang. Kali ini, Teater Minatani bekerja sama dengan Teater Wadas UIN Walisongo Semarang.
Baca juga: Memaknai Kerinduan pada Ayah dalam Pentas Teater Ismi SMKN Jateng di Pati
Pimpro ’Martir’, Arif Khilwa mengatakan, pementasan tersebut nantinya akan menyajikan sesuatu yang tak biasa dan berbeda dari pementasan pada umumnya.
”Akan ada kolaborasi seniman rupa, penyair, musisi, dan fotografer dalam satu paket pertunjukan yang unik,” ujarnya, Jumat (28/11/2025).
Penonton yang datang dengan banyak beban referensi dan ego disebut Arif mungkin akan kesulitan menikmati sajian ini.
”Biasanya penonton datang dengan imajinasi dan ekspektasi masing-masing. Mereka menuntut panggung menampilkan apa yang sudah mereka pikirkan sebelumnya. Begitu ada yang tidak sesuai, ya sudah, kekecewaan pun muncul,” lanjut dia.
Namun, bagi penonton yang siap menerima apa pun yang hadir di panggung, pertunjukan ini bisa memberikan pengalaman segar. Pertunjukan ini pun dinilai bisa menjadi trobosan baru di dunia teater.
”Pentas ini mungkin tidak sekadar hiburan, tapi kesempatan memantik diskusi dan membuka perspektif baru,” ujarnya.
Sementara itu, Sutradara ’Martir’, Yudi Dodok, menyebut pementasan yang akan tersaji merupakan pembacaan atas kekuasaan, relasinya dengan perjuangan, perlawanan, kemerdekaan, dan kemandirian.
”Sebuah puitika rakyat tertindas, duka masyarakat kelas bawah. Mengangkat kearifan lokal dan kekuatan perempuan melalui re-interpretasi sejarah,” kata dia.
Baca juga: Memotret Luka Keluarga dalam Pentas Teater As STAI Pati
Selain itu, penggabungan legenda dan isu-isu hari ini yang relevan dengan kondisi masyarakat juga akan menjadi poin menarik pada pementasan.
”Pementasan ’Martir’ nantinya akan mengajak semuanya untuk membaca lagi sejarah untuk harapan masa depan,” pungkasnya. (LK1)
Editor: Ahmad Muhlisin














