LINIKATA.COM, PATI – Virus Chikungunya bawaan nyamuk Aedes aegypti atau Aedes albopictus merebak di beberapa desa di Kabupaten Pati dalam beberapa pekan terakhir. Penyakit ini membuat warga mengalami demam tinggi, nyeri sendi, serta ruam pada kulit.
Salah satu warga Desa Sugiharjo, Kecamatan Pati, Sutrisno, mengungkapkan, di desanya ada puluhan warga yang terkena chikungunya. Sebagian besar warga terkena berada di Dukuh Gilis, yakni di RT 01, RT 02 dan RT 05.
“Kenapa saya asumsikan chikungunya, itu karena ciri-ciri awalnya ada ruam di kulit. Kemudian layu, tidak bisa berjalan, kemudian menunggu dalam beberapa hari, itu dia baru bisa berjalan setelah imunnya oke,” ujar Sutris, Senin (24/11/2025).
Baca juga: Jalan Rusak Akhirnya Diperbaiki, Warga Karangwono Pati Gelar Syukuran
Ia menyebut, beberapa warga yang mengalami demam itu sebagian dilarikan ke rumah sakit maupun fasilitas kesehatan (faskes) pertama. Selain itu, ada pula warga yang dirawat mandiri di kediamannya masing-masing.
“Jika ada salah satu keluarga yang terjangkit, biasanya menjangkit ke anggota keluarga lainnya. Jika satu keluarga belum terkena semua, masih belum selesai,” beber dia.
Supri menyampaikan, dari beberapa warga yang terinfeksi chikungunya, ada salah satu yang meninggal dunia. Namun, dirinya tidak bisa memastikan apakah penyebabnya karena chikungunya.
“Apakah itu yang menyebabkan meninggal, tidak tahu. Tapi gejala awal memang seperti itu, seperti chikungunya,” ucapnya.
Salah satu warga Sugiharjo yang sempat terkena chikungunya, Widya, mengaku, awalnya ia merasa pusing hingga lemas. Meski begitu, ia tak memeriksakan sakit yang dialaminya ke faskes atau rumah sakit. Ia hanya membeli obat di apotek dan melakukan perawatan di rumah.
“Ya awalnya pusing, linu, sampai lemas beberapa hari. Bahkan sampai mencret juga,” katanya.
Hal senada juga diungkapkan Juriyanto, Warga Desa Ngemplak Kidul, Kecamatan Margoyoso. Sepengetahuannya, banyak warga desanya yang terkena chikungunya termasuk dia dan keluarganya.
“Waktu itu anak saya menangis karena tiba-tidak bisa jalan. Tapi selang beberapa hari sudah sembuh. Jadi virus itu menyerang persendian,” katanya.
Saat dikonfirmasi, Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Pati, Salis Diah Rahmawati membenarkan bahwa birus chikungunya merebak di beberapa desa. Berdasarkan laporan ke DKK Pati, pihaknya mencatat awalnya ada 132 warga yang diduga terkena chikungunya.
Dari kasus itu, ia menyebut ada sebanyak 39 orang yang dinyatakan positif terserang chikungunya. Kepastian ini setelah pihaknya melakukan cek laboratorium.
Baca juga: Petani Sugiharjo Pati Merugi, Tanaman Padi Diserang Tikus hingga Wereng
“Total positif chikungunya setelah dilakukan cek laborat dengan RDT Chikungunya 39 kasus,” lanjutnya.
Dalam menangani kasus tersebut, pihaknya langsung memerintahkan puskesmas di wilayah tersebut untuk melakukan penyelidikan epidemiologi sekaligus sosialisasi terkait chikungunya.
“Kami juga segera melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) sebagai upaya paling efektif, termasuk juga melakukan fogging rutin seminggu sekali,” katanya. (LK1)
Editor: Ahmad MuhlisinÂ














