LINIKATA.COM, PATI – Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, menggelar inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), Selasa (15/9/2026). Langkah ini diambil buntut kasus dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Gembong.
Sidak gabungan yang melibatkan Dinas Kesehatan (Dinkes) Pati, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pati, hingga Kodim 0718/Pati tersebut menyasar enam lokasi SPPG di wilayah Pati Kota.
”Ya, siang hari ini kita monitoring di 6 SPBG. Jadi banyak sekali temuan,” ujar Chandra.
Dalam peninjauan tersebut, Chandra menyoroti aspek kebersihan dan kondisi kelayakan peralatan memasak yang digunakan petugas dapur untuk memproduksi makanan bagi para penerima manfaat.
”Tadi kami temukan ada satu wajan yang sudah tidak layak untuk digunakan. Terus tadi masalah IPAL juga. Terus ompreng itu ada beberapa yang tidak punya mesin pengering,” kata Chandra.
Baca juga: Dilapori Banyak Kepala SPPG Lalai dan Sering Bolos, Chandra: Saya Minta Dipecat
Temukan Dapur Overkapasitas
Selain peralatan yang usang, tim gabungan juga menemukan masalah serius terkait luasan gedung SPPG yang tidak proporsional dengan jumlah porsi makanan yang diproduksi setiap harinya.
Kondisi area pengolahan dan pemorsian yang sempit dinilai sangat berisiko tinggi memicu kontaminasi silang pada sajian Makan Bergizi Gratis (MBG).
”Ya, jadi ada beberapa tempat yang kurang luas. Pemorsiannya hampir sampai 3.000. Kami lihat tadi untuk mulai dari pendinginan sampai pemorsian ini tidak mencukupi, kami akan sarankan untuk penerima manfaatnya kita kurangi,” ungkap dia.
Baca juga: Semua Korban Dugaan Keracunan MBG di Gembong Pati Sudah Sembuh
Ancam Suspend SPPG
Merespons jajaran temuan tersebut, Chandra langsung menyampaikan instruksi pembenahan secara tertulis dan lisan kepada para pengelola SPPG setempat.
Ia memberi tenggat waktu yang sangat ketat dan menolak toleransi perpanjangan waktu pembenahan yang diajukan oleh pengelola dapur pelayanan gizi.
”Teman-teman minta (waktu) sebulan, saya nggak mau. Pokoknya seminggu harus dibenahi! Kalau seminggu nanti kami monitoring lagi kok apa yang kami temukan tidak dibenahi, kami akan sarankan untuk disuspend sementara,” tegas Chandra. (LK1)
Editor: Ahmad Muhlisin














