LINIKATA.COM, PATI – Penguatan kapasitas masyarakat menjadi salah satu kunci dalam membangun ketangguhan menghadapi bencana dan perubahan iklim. Lewat serangkaian pelatihan, pengetahuan dan kapasitas yang diperoleh peserta dapat diterapkan dan dikembangkan bersama masyarakat sekitarnya.
Untuk mendukung hal tersebut, YAKKUM Emergency Unit (YEU) dengan dukungan pendanaan dari Anglican Overseas Aid (AOA) menyelenggarakan Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana (PRB) Inklusi. Kegiatan yang digelar di Balai Desa Tegalombo, Kecamatan Dukuhseti, Kabupaten Pati, pada 9–10 Oktober 2026 itu diikuti 40 perwakilan masyarakat.
Pelatihan PRB Inklusi ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan yang dilaksanakan di empat desa dampingan YEU di Kabupaten Pati, yakni Tegalombo dan Banyutowo, Kecamatan Dukuhseti, serta Keboromo dan Tunggulsari, Kecamatan Tayu.
Project Manager YEU Pati, Eli Sunarso, menjelaskan bahwa pelatihan ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas masyarakat agar mampu mengenali risiko dan mengambil langkah yang tepat dalam menghadapi bencana.
”Peserta belajar mengidentifikasi berbagai ancaman bencana, melakukan pendataan, pengelolaan pos pengungsian dan logistik saat tanggap darurat, serta memahami upaya adaptasi terhadap perubahan iklim,” jelas Eli Sunarso.
Baca juga: YEU Bantu Pompa Air dan Alat Kebersihan ke Desa Terdampak Rob di Pati
Pentingnya Keterlibatan Kelompok Rentan
Eli menekankan bahwa aspek inklusi menjadi bagian penting dalam pengurangan risiko bencana. Menurutnya, penanggulangan bencana tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh unsur masyarakat, termasuk kelompok rentan.
”Masyarakat juga perlu semakin memahami pentingnya pelibatan semua pihak, termasuk kelompok rentan atau berisiko, seperti lansia dan penyandang disabilitas dalam penanggulangan bencana,” tambah Eli.
Dalam sesi materi, Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pati, Eko Budi Santosa, memberikan pemahaman mengenai sistem penanggulangan bencana di Indonesia, termasuk peran pemerintah, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan. Ia juga memaparkan berbagai potensi ancaman bencana yang ada di wilayah Kabupaten Pati, sehingga peserta dapat memahami risiko yang mungkin dihadapi serta pentingnya membangun kesiapsiagaan sejak dini.
Antusiasme peserta terlihat selama pelaksanaan kegiatan. Salah seorang peserta, Erdiana, perwakilan dari kelompok muda Desa Tegalombo, mengaku senang dan mendapatkan manfaat dengan mengikuti kegiatan, karena memperoleh pengetahuan dan pengalaman baru mengenai kesiapsiagaan bencana.
”Harapannya kelompok relawan penanggulangan bencana dapat semakin banyak, kuat, dan bisa melibatkan berbagai golongan termasuk usia, karenanya sosialisasi dilakukan supaya semakin meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana,” ungkap Erdiana.
Baca juga: Ukur Kesiapsiagaan Bencana, Pemdes Banyutowo Gandeng YEU Gelar PKD
Kepala Desa Tegalombo, Sumijah, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, kegiatan PRB menjadi bagian penting dari kerja sama untuk memperkuat kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi berbagai potensi bencana.
”Harapannya, kegiatan ini tidak berhenti pada pembelajaran teori, tetapi dapat ditindaklanjuti dengan praktik agar masyarakat semakin siap ketika menghadapi situasi bencana,” pungkasnya. (LK1)
Editor: Ahmad Muhlisin














