LINIKATA.COM, PATI – Sebanyak 231 siswa dari tiga sekolah di Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati, diduga mengalami keracunan, Rabu (9/9/2026). Mereka mengalami mual-mual hingga diare setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) berupa nasi bakar ayam suwir, telur ceplok, orak-arik tempe, lalapan, kerupuk udang, dan semangka.
Ratusan siswa diduga mengalami gejala keracunan setelah memakan menu MBG yang didistribusikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Gembong 1 pada Selasa (8/9/2026) kemarin. Siswa baru merasakan berbagai gejala mulai Selasa malam hingga pagi tadi.
Kepala SMPN 1 Gembong, Istiana, mengungkapkan, distribusi MBG Selasa kemarin memang telat dari jadwal. Jika biasanya diterima sekitar pukul 09.30 WIB, menu MBG baru tiba sekitar pukul 11.30 WIB.
“Iya telat, agak siang. Biasanya jam setengah 10 sudah sampai. Kemarin itu jam setengah 12. Di tray itu kan ada tulisannya dimakan sebelum jam 12. Sehingga begitu datang langsung kami berikan ke anak-anak,” katanya.
Baca juga: 231 Siswa dari 3 Sekolah di Gembong Pati Diduga Keracunan MBG
Meski telat, pihaknya melihat tidak ada gejala aneh yang dirasakan siswa saat memakan menu tersebut. Perihal ada indikasi makanan berbau atau masalah lain, dia juga mengaku tidak tahu. Namun, ia melihat anak-anak antusias memakan jatahnya.
“Nggak tahu juga sih (bau). Anak-anak kemarin enjoy-enjoy saja, ya senang-senang saja. Bahkan ada yang minta tambah,” katanya.
Muncul Gejala Diare Usai Pulang Sekolah
Namun rupanya, dugaan keracunan itu baru dirasakan siswa setelah pulang ke rumah. Mereka mengalami perut mules hingga diare.
”Tadi saya tanya baru sore dan malam sudah mulai mules-mules,” ucapnya.
Hal sama juga diutarakan Kepala MTsN 3 Pati, Zaenal Arifin. Menu MBG yang diterima dari SPPG Gembong 1 juga telat dari jadwal. Jika biasanya tiba pukul 11.20 WIB, makanan baru tiba sekitar pukul 12.00 WIB. Pihaknya juga tidak menemukan indikasi makanan bermasalah.
”Nggak juga. Kemarin itu anak-anak itu makan, merasakan enak gitu. Sehingga ada yang nambah gitu kan. Ada anak yang nggak masuk, jatahnya itu dimakan temannya karena dirasakan enak,” imbuhnya.
Zaenal menjelaskan, para siswa sudah mulai merasakan diare hingga perut mules sejak Selasa malam. Keluhan siswa itu terus terjadi hingga mereka masuk sekolah pada pagi harinya.
”Efek yang dirasakan anak-anak itu sejak tadi malam. Jam 10-11 itu mulai sakit perut, kemudian berak, dan sering, sampai tadi pagi,” bebernya.
Baca juga: 271 Siswa MAN 2 Rembang Diduga Keracunan MBG, 26 Dilarikan ke Puskesmas
Diketahui, 231 siswa dari tiga sekolah di Kecamatan Gembong diduga mengalami keracunan setelah menyantap menu MBG. Rinciannya, SMPN 1 Gembong 103 siswa, MTsN 3 Pati 127 siswa, dan MTs Mambaul Ulum 1 siswa.
Akibat peristiwa tersebut, 92 siswa dirawat di Puskesmas Gembong. Rinciannya, 6 siswa rawat inap dan 86 siswa rawat jalan. Kemudian 41 siswa dirawat di RS Mitra Bangsa, dengan rincian 5 siswa rawat inap dan 36 siswa rawat jalan. Sedangkan yang dirawat di RSUD RAA Soewondo ada 98 siswa. (LK1)
Editor: Ahmad Muhlisin














