LINIKATA.COM, PATI – Sebanyak 231 siswa dari tiga sekolah di Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati, diduga mengalami keracunan massal setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG), Rabu (9/9/2026). Mereka harus dilarikan ke puskesmas dan rumah sakit setelah mengeluhkan gejala mual hingga diare.
Pantauan di lokasi, puluhan unit mobil ambulans tampak hilir mudik mengevakuasi para siswa dari SMPN 1 Gembong dan MTsN 3 Pati. Mengingat banyaknya korban yang membutuhkan pertolongan medis, pemindahan pasien darurat itu turut dibantu mobil pribadi serta kendaraan operasional kepolisian.
Kepala SMPN 1 Gembong, Istiana, mengungkapkan, sebanyak 103 dari 443 siswa diduga mengalami keracunan. Kejadian tersebut diketahui saat tiba-tiba banyak anak-anak ke kamar mandi. Mereka ternyata mengalami perut mules.
”Ada 103 anak dari kelas VII, VIII, IX. Awal diketahuinya tadi pagi, itu anak-anak kok banyak yang ke kamar mandi. Kemudian kami tanya, ternyata mereka memang sudah merasakan mules-mules. Kemudian semakin siang semakin banyak,” katanya.
Baca juga: 777 Siswa dan Guru SMAN 1 Lasem Rembang Tumbang Diduga Keracunan MBG
Selain siswa, sebanyak 13 guru SMPN 1 Gembong juga diduga ikut mengalami keracunan MBG tetapi tidak sampai harus mendapatkan perawatan medis.
”Gurunya sekitar 13. Tapi alhamdulillah gurunya masih bisa teratasi,” katanya.
Istiana menjelaskan, ratusan siswa itu mengalami dugaan keracunan setelah menyantap menu MBG yang didistribusikan SPPG Gembong 1 pada Selasa (8/9) kemarin. Menu pada hari itu adalah nasi bakar ayam suwir, telur ceplok, orak-arik tempe, lalapan, kerupuk udang, dan semangka.
Menurutnya, distribusi MBG Selasa kemarin memang terlambat dari jadwal. Jika biasanya diterima sekitar pukul 09.30 WIB, makanan baru sampai di SMPN 1 Gembong pada pukul 11.30 WIB.
”Iya telat, agak siang. Biasanya jam setengah 10 sudah sampai. Kemarin itu jam setengah 12. Di tray itu kan ada tulisannya dimakan sebelum jam 12. Sehingga begitu datang langsung kami berikan ke anak-anak,” katanya.
Perihal ada indikasi makanan berbau atau masalah lain, Istiana mengaku tidak tahu. Namun, ia melihat anak-anak antusias memakan jatahnya.
”Ndak tahu juga sih (bau). Anak-anak kemarin enjoy-enjoy saja, ya senang-senang saja. Bahkan ada yang minta tambah. Tadi saya tanya baru sore dan malam sudah mulai mules-mules,” ucapnya.
Mendapati kejadian darurat itu, pihaknya lantas menghubungi Puskesmas Gembong. Namun, karena penuh, anak-anak lalu dirujuk ke sejumlah rumah sakit, yaitu Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) RAA Soewondo, RS Mitra Bangsa, dan RS Keluarga Sehat Hospital (KSH).
”Tadi Puskesmas sudah overload, kemudian di RSUD (RAA Soewondo), kemudian juga di Mitra Bangsa, ada juga yang di KSH. Tadi yang di RS Mitra Bangsa sudah sembuh, sudah dikembalikan ke sini, dan sudah pulang,” sebutnya.
Baca juga: 271 Siswa MAN 2 Rembang Diduga Keracunan MBG, 26 Dilarikan ke Puskesmas
Keluhan Siswa
Sementara itu, Kepala MTsN 3 Pati, Zaenal Arifin, menyebut siswanya yang diduga mengalami keracunan MBG ada 127 orang. Sedangkan untuk guru, pihaknya masih menghitung.
”Ini yang terdampak sekitar 127 anak dari siswa kami 565. Ini rata-rata yang terdampak kelas VIII dan kelas IX, karena kelas VII kemarin daring,” sebutnya.
Sama seperti di SMPN 1 Gembong, menu MBG yang diduga menyebabkan keracunan adalah yang didistribusikan SPPG Gembong 1 pada Selasa kemarin. Menu tersebut juga terlambat datang dari jadwal; pukul 11.20 baru tiba sekitar pukul 12.00 WIB. Pihaknya juga tidak menemukan indikasi makanan bermasalah.
”Nggak juga. Kemarin itu anak-anak itu makan, merasakan enak gitu. Sehingga ada yang nambah gitu kan. Ada anak yang nggak masuk, jatahnya itu dimakan temannya karena dirasakan enak,” imbuhnya.
Zainal menjelaskan, para siswa sudah mulai merasakan diare hingga perut mules sejak Selasa malam. Keluhan siswa itu terus terjadi hingga mereka masuk sekolah pada pagi harinya.
”Efek yang dirasakan anak-anak itu sejak tadi malam. Jam 10-11 itu mulai sakit perut, kemudian berak, dan sering, sampai tadi pagi,” bebernya.
Tambahan Korban
Data terbaru dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pati, sampai siang ini terdapat tambahan satu sekolah yang siswanya diduga mengalami keracunan, yaitu MTs Mambaul Ulum dengan satu siswa tercatat terdampak.
Editor: Ahmad Muhlisin















Comments 2