LINIKATA.COM, KUDUS – Seorang peziarah asal Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, meninggal dunia secara mendadak saat beristirahat di sebuah rumah penginapan di kawasan wisata religi Makam Sunan Muria turut Desa Colo, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, Sabtu (15/8/2026) pagi.
Korban diketahui bernama Nani Trisurani (60), warga Desa Karsamenak, Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya. Korban merupakan bagian dari rombongan peziarah Pondok Pesantren Miftahul Khoer, Kabupaten Tasikmalaya.
Kapolsek Dawe, AKP Jajang Wiwoko, mengatakan peristiwa tersebut diketahui sekitar pukul 07.00 WIB. Saat itu, korban yang sebelumnya mengeluh tidak enak badan diketahui tidak sadarkan diri di tempat penginapan.
”Korban sebelumnya menyampaikan kepada ketua rombongan bahwa tidak ikut naik ke Makam Sunan Muria karena merasa tidak enak badan. Korban kemudian memilih beristirahat di penginapan,” kata Jajang.
Menurutnya, rombongan peziarah tersebut berjumlah sekitar 100 orang dengan menggunakan dua bus. Mereka berangkat dari Cirebon pada Jumat (14/8/2026) sekitar pukul 07.00 WIB untuk melaksanakan ziarah Wali Songo dengan rute Cirebon, Demak, Kudus, kemudian dilanjutkan ke Jawa Timur.
Lalu rombongan tiba di penginapan sekitar kawasan Terminal Colo pada Sabtu sekitar pukul 02.00 WIB. Setelah itu, para peziarah beristirahat. Sekitar pukul 06.00 WIB, korban menyampaikan kepada ketua rombongan bahwa dirinya tidak ikut menuju Makam Sunan Muria karena kondisi tubuh kurang sehat.
Baca juga: Peziarah Asal Banten Meninggal saat Tapaki Tangga Makam Sunan Muria
Kronologi Meniggalnya Peziarah
Sekitar satu jam kemudian, ketua rombongan mendapat informasi dari jemaah yang berada di penginapan bahwa korban tidak sadarkan diri. Sejumlah anggota rombongan sempat berusaha membangunkan korban, namun tidak mendapatkan respons.
Ketua rombongan bersama jemaah kemudian memeriksa kondisi korban. Saat diperiksa, korban diketahui sudah tidak bernapas dan tidak ditemukan denyut nadi.
”Petugas pemerintah desa dan Dinas Pariwisata kemudian datang ke lokasi sekitar pukul 07.30 WIB dan melaporkan kejadian tersebut kepada Babinsa serta Bhabinkamtibmas,” jelasnya.
Mendapat laporan tersebut, anggota Polsek Dawe bersama Babinsa Desa Colo, Sertu Harun A, mendatangi lokasi. Petugas kemudian mengamankan lokasi dan melakukan pemeriksaan awal terhadap kondisi korban.
Unit Inafis Polres Kudus bersama Dokter Hadi Pramono dari Puskesmas Rejosari juga diterjunkan untuk melakukan pemeriksaan luar terhadap jenazah.
Baca juga: Geger Penemuan Bayi dalam Tas di Teras Rumah Warga Kaliwungu Kudus
Hasil Pemeriksaan Medis
Hasil pemeriksaan sekitar pukul 08.40 WIB menunjukkan korban diperkirakan telah meninggal dunia saat berada di lokasi. Petugas juga tidak menemukan tanda-tanda maupun bekas penganiayaan pada tubuh korban.
Berdasarkan keterangan saksi dan hasil pemeriksaan luar, korban diduga meninggal dunia akibat penyakit yang dideritanya. Korban diketahui memiliki riwayat diabetes melitus dan selama perjalanan sempat mengalami kondisi lemas dan kelelahan.
”Selama perjalanan, korban sempat ditolong oleh para saksi, termasuk dipijat dan diberi minyak kayu putih,” ungkap Jajang.
Pihak keluarga yang dihubungi melalui panggilan video WhatsApp bersama rombongan peziarah telah menerima kejadian tersebut sebagai musibah. Keluarga juga menyatakan mengikhlaskan kepergian korban dan membuat surat pernyataan tidak dilakukan autopsi.
Selanjutnya, jenazah diserahkan kepada rombongan untuk dibawa ke rumah duka menggunakan ambulans Desa Colo.
Sekitar pukul 09.30 WIB, jenazah diberangkatkan menuju rumah duka untuk dimakamkan. Sementara itu, rombongan peziarah lainnya tetap melanjutkan kegiatan ziarah ke Makam Sunan Muria di Desa Colo. (LK9)
Editor: Ahmad Muhlisin













