LINIKATA.COM, DEMAK – Aksi penyelamatan diri berujung kecelakaan tunggal terjadi di Jalan Pantura Sayung, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, pada Selasa (11/8/2026) siang. Seorang pengendara motor nekat membanting setir hingga masuk ke parit comberan demi menghindari tabrakan beruntun dengan pemotor lain yang lebih dulu roboh di tengah jalan.
Peristiwa bermula saat seorang pemotor bernama Khoiri, warga Karangtengah, Demak, mengendarai motor Honda Beat berpelat nomor H 4418 BDE dari Semarang menuju Demak. Diduga kehabisan tenaga usai melakoni kerja sif malam, Khoiri mendadak mengalami microsleep hingga kehilangan kendali dan tersungkur di aspal.
”Ngantuk mas, tahu-tahu sudah jatuh. Saya dari kerja di Semarang mau pulang, rumahnya di Demak,” kata Khoiri menceritakan detik-detik insiden.
Baca juga: Rumah Kayu di Sokokidul Demak Ludes Terbakar, Kerugian Ditaksir Rp100 Juta
Kronologi Aksi Banting Setir Masuk Parit
Nahas, dari arah belakang melaju kencang pengendara motor lain bernama Rozi. Tak sempat mengerem mendadak akibat jarak yang terlalu dekat, Rozi mengambil keputusan sepersekian detik untuk membanting setir ke sisi kiri jalan agar tidak menubruk tubuh Khoiri.
Akibat manuver darurat tersebut, motor bernopol H 2582 yang dikemudikan Rozi sempat menghantam beton pembatas jalan hingga jebol, sebelum akhirnya amblas ke dalam parit pinggir jalan.
”Saya hindari orang itu sudah jatuh di depan saya. Daripada menatap beton pembatas itu secara langsung, terusan saya arahkan ke arah sini masuk comberan,” jelas Rozi di lokasi kejadian.
Baca juga: Pria Asal Demak Ditemukan Meninggal di Kamar Kos Jati Kulon Kudus
Kondisi Korban dan Evakuasi Motor
Meski insiden tersebut tampak mengerikan, beruntung tidak ada korban jiwa yang timbul. Khoiri yang sempat tak sadarkan diri (pingsan) serta mengalami luka-luka lecet segera mendapat pertolongan darurat dari para relawan dan warga sekitar.
Di sisi lain, warga yang melihat kejadian tersebut langsung bergotong royong membantu proses evakuasi sepeda motor milik Rozi yang tercebur ke dalam parit agar bisa kembali ke permukaan jalan. (LK1)
Editor: Ahmad Muhlisin














