LINIKATA.COM, REMBANG – Korban dugaan keracunan setelah mengkonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Rembang terus bertambah. Sampai Kamis (6/8/2026), jumlah korban mencapai 299 siswa, guru, hingga staf sekolah.
Person in Charge (PIC) penyaluran MBG Dindikpora Rembang, Ngadiyono, menjelaskan, sebaran ratusan korban ini berasal dari beberapa sekolah yang disuplai oleh mitra dapur atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPGG) Mondoteko 3. Rinciannya:
SMPN 5 Rembang: 253 siswa izin sakit, 6 guru opname, dan 1 staf TU sakit.
SD Islam Nawawiyah (Tasikagung): 30 murid izin sakit (akumulasi dari 17 murid kemarin dan tambahan 13 murid hari ini).
SMP Islam Nawawiyah: 12 siswa dan 4 guru bergejala.
Baca juga: Seratusan Siswa dan Guru SMPN 5 Rembang Diduga Keracunan MBG
Dari jumlah tersebut, yang dirujuk ke rumah sakit enam karena mengalami dehidrasi akibat diare akut. Rinciannya, RSUD dr. R. Soetrasno Rembang ada 4 siswa, RS Bhina Bhakti Husada 1 siswa, dan Puskesmas Sulang:1 guru.
Kendati ratusan anak terpaksa absen, Ngadiyono memastikan aktivitas belajar mengajar di sekolah yang terdampak tetap berjalan normal. Namun, Dinas Kesehatan (Dinkes) Rembang langsung mengambil langkah darurat dengan mengerahkan tim medis.
”Ada Dinkes ada dua tim ke kelas-kelas semua. Ngecek satu per satu, dipastikan kondisinya sehat. Kalau ternyata ada gejala atau keluhan langsung diberi obat sesuai diagnosanya,” jelasnya.
Baca juga: Dugaan Keracunan MBG di SMPN 5 Rembang, Dinkes Sidak SPPG Mondoteko 3
Jaminan Biaya Pengobatan dari Mitra Dapur SPPG
Dindikpora Rembang menegaskan orang tua murid tidak perlu mengkhawatirkan urusan biaya pengobatan akibat insiden maut menu makanan ini. Seluruh akomodasi medis akan dibebankan kepada pihak ketiga pengelola dapur.
”Kami sudah koordinasi dengan kepala dapur dan mitra agar biaya ditanggung oleh mitra SPBG,” pungkasnya.
Sebelumnya dilaporkan, gelombang keluhan massal ini mendadak muncul usai warga sekolah mengonsumsi paket menu MBG dari SPGG Mondoteko berupa nasi, telur balado, oseng tempe, semangka, dan susu. Sampel sisa makanan saat ini sudah diamankan oleh Dinkes untuk dilakukan uji laboratorium. (LK8)
Editor: Ahmad Muhlisin














