LINIKATA.COM, PATI – Organisasi konservasi laut, Seakeeper, mengajak ratusan siswa Yayasan Kanisius untuk menanam bibit mangrove di pesisir Kabupaten Pati, tepatnya di kawasan Wisata Mangrove Desa Tluwuk, Kecamatan Wedarijaksa, Kamis (6/8/2026). Gerakan ini menjadi wujud nyata kepedulian generasi muda dalam menjaga keberlanjutan lingkungan.
Seakeeper didirikan oleh tiga kakak beradik Michiko Wanandi, Mitsuko Wanandi, dan Miyuko Wanandi sebagai bentuk respons atas minimnya keterlibatan anak muda dalam menjaga ekosistem laut. Melalui serangkaian gerakan dan kampanye edukatif, mereka bertekad menumbuhkan kesadaran menjaga laut sejak dini serta mendorong aksi nyata demi kelestarian alam.
Semangat itulah yang membakar antusiasme Seakeeper saat menyambangi kawasan pesisir Pati. Dalam aksi kali ini, mereka menggandeng 250 siswa dari lima sekolah di bawah naungan Yayasan Kanisius untuk menanam 1.000 bibit mangrove. Sekolah itu meliputi, SMP Kanisius Kudus, SMA Kanisius Kudus, SMP Kanisius Pati, SMP Kanisius Juwana, dan SMA Kanisius Yos Sudarso.
Baca juga: Cegah Abrasi, MAN 2 Pati Bersama PT Misaja Mitra Tanam 2.000 Mangrove di Pesisir Tayu
Edukasi Generasi Muda Jaga Ekosistem Laut Sejak Dini
Michiko Wanandi menjelaskan, sejak berdiri pada 2022, pihaknya telah berkeliling Indonesia, menyambangi sekolah-sekolah untuk menularkan semangat mencintai laut kepada generasi muda. Selain memberikan edukasi, Seakeeper juga sering terjun langsung melakukan aksi pembersihan laut hingga menanam mangrove.
”Kami sudah mengunjungi beberapa sekolah di berbagai wilayah Indonesia, seperti Bandung, Semarang, Kudus, hingga Padang. Di sana, kami mengajarkan anak-anak tentang cara dan alasan mengapa kita harus menjaga lingkungan,” katanya.

Menurutnya, kampanye ini penting karena menjaga laut bukan hanya tentang membersihkan pantai atau menanam mangrove, tetapi juga tentang membangun generasi yang memahami pentingnya menjaga ekosistem laut bagi kehidupan manusia.
”Indonesia adalah negara kepulauan yang sangat kaya akan biota laut. Kami ingin mengajarkan anak-anak bagaimana cara menjaganya serta meningkatkan kesadaran sejak dini tentang pentingnya kelestarian laut,” jelas wanita yang menempuh pendidikan di Amerika Serikat itu.
Baca juga: MAN 2 Pati Peringati Harlah ke-30 dengan Tanam Ribuan Mangrove di Tunggulsari
Pentingnya Fungsi Mangrove untuk Cegah Abrasi
Gerakan edukasi ini pun mendapat apresiasi dari Ketua Pengurus Yayasan Kanisius, Yohannes Heru Hendarto. Menurutnya, proses pembelajaran langsung di lapangan ini penting bagi anak-anak. Mereka bisa langsung belajar potensi kerusakan alam dapat dihambat melalui pemeliharaan lingkungan yang lebih baik.
”Inti dari seluruh pembelajaran ini adalah mengajarkan anak-anak sebuah prinsip, ‘Jika kita memelihara alam, maka alam pun akan memelihara kita.’ Ini adalah bentuk nyata merawat Ibu Bumi tempat kita hidup bersama,” pesannya.
Selain itu, penanaman mangrove juga mempunyai dampak positif bagi lingkungan, mulai dari menyerap polutan dari laut hingga mencegah abrasi.
”Bakau dan mangrove itu akar-akarnya secara alami dapat menyerap racun-racun dari laut. Tanaman mangrove juga akan menghalangi terjadinya abrasi. Jika terjadi abrasi dan luapan air pasang, hal itu bisa merusak tambak udang, tambak bandeng, hingga produksi garam milik masyarakat. Jika sarana produksi itu hancur, tentu sangat merugikan produktivitas dan perekonomian warga,” ujar Yohannes.
Salah satu siswa, Flavia Vanessa Pribadi, mengaku senang dengan kegiatan semacam ini. Kegiatan penanaman mangrove ini bagus banget untuk melestarikan lingkungan. Ia pun mengajak siswa lainnya untuk ikut melestarikan lingkungan dengan aksi nyata.
”Yuk teman-teman, mari kita bersama-sama menjaga lingkungan kita, terutama ekosistem laut. Di dalam laut itu ada banyak sekali spesies hewan dan tumbuhan yang perlu kita lindungi, khususnya spesies-spesies yang keberadaannya sudah mulai langka dan hampir punah,” tandas Ketua OSIS SMP Kanisius Kudus ini. (LK1)
Editor: Ahmad Muhlisin














