LINIKATA.COM, DEMAK – Curah hujan tinggi di wilayah hulu menyebabkan tanggul Sungai Tuntang jebol dan melumpuhkan akses transportasi utama. Derasnya aliran sungai tidak hanya merusak infrastruktur, tetapi juga memutus total jalan alternatif yang menghubungkan Kabupaten Demak dan Kabupaten Grobogan.
Peristiwa ini bermula pada Jumat (3/4), saat debit air Sungai Tuntang meningkat tajam hingga melimpas ke arah tanggul. Dalam rekaman video warga, terlihat aliran air mengikis dinding tanah dengan cepat hingga menyebabkan tanggul jebol. Akibatnya, jalan beton di Desa Sukoharjo, Kecamatan Guntur, Kabupaten Demak, hancur terseret arus dan tidak dapat dilalui kendaraan sama sekali.
Jalur yang terputus merupakan urat nadi bagi warga Desa Sukoharjo dan sekitarnya. Selain menjadi penghubung antar-kecamatan, jalan ini adalah jalur alternatif vital menuju Gubug, Grobogan.
Baca juga:
Akibat kondisi ini, warga terpaksa memutar arah dengan jarak tempuh tambahan sekitar 5 kilometer. Bahkan, hingga Senin (6/4/2026), banyak pengendara yang terpaksa putar balik karena belum mengetahui kondisi jalan yang terputus total.
Selain infrastruktur jalan, bencana hidrometeorologi ini menyebabkan tiga titik tanggul jebol, merusak sedikitnya 28 rumah (12 di antaranya hanyut terbawa arus).
“Jalan ini sangat vital, menghubungkan Wonosalam, Trimulyo, Sidoharjo, hingga ke Gubug. Sekarang sama sekali tidak bisa dilewati,” ujar Fuad, salah seorang warga setempat.
Bupati Demak, Eisti’anah, saat meninjau lokasi bencana memastikan bahwa pemulihan akses jalan menjadi prioritas pemerintah daerah. Namun, pembangunan jalan baru bisa dilakukan setelah perbaikan teknis pada tanggul Sungai Tuntang rampung.
Baca juga:
“Kami akan tetap memperhatikan akses ini karena krusial bagi mobilitas warga menuju Kecamatan Karangtengah maupun Demak Kota. Setelah tanggul selesai diperbaiki, jalan akan segera kami bangun kembali,” tegas Bupati.
Saat ini, Pemerintah Kabupaten Demak bersama berbagai pihak terkait terus berupaya melakukan langkah-langkah pemulihan pascabencana untuk menormalisasi aktivitas masyarakat di wilayah terdampak. (LK6)
Editor: Ahmad MuhlisinÂ















