• About
  • Redaksi
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Lini Kata
Advertisement
  • Home
  • Politik
    • Pemerintah
  • Regional
  • Nasional
  • Olahraga
  • Ekonomi
  • UMKM
  • Takon Kang Deddy
  • Lini Video
  • Kriminal
    • Peristiwa
  • Wisata
    • Kuliner
No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
    • Pemerintah
  • Regional
  • Nasional
  • Olahraga
  • Ekonomi
  • UMKM
  • Takon Kang Deddy
  • Lini Video
  • Kriminal
    • Peristiwa
  • Wisata
    • Kuliner
No Result
View All Result
Lini Kata
No Result
View All Result
Home Uncategorized

Bertahun-tahun Terdampak Limbah, Warga Banyudono Rembang Ancam Gugat Pabrik Ikan

Redaksi by Redaksi
Maret 14, 2026
in Uncategorized
0
Bertahun-tahun Terdampak Limbah, Warga Banyudono Rembang Ancam Gugat Pabrik Ikan

Warga memperlihatkan dampak pencemaran lingkungan yang diduga dilakukan pabrik ikan di Desa banyudono, Kaliori, Rembang. Foto: Linikata/LK8

0
SHARES
55
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

LINIKATA.COM, REMBANG – Forum Masyarakat Peduli Lingkungan Pesisir Rembang siap menempuh jalur hukum untuk memperkarakan pabrik pengolahan ikan PT Indo Seafood. Upaya ini ditempuh karena selama bertahun-tahun warga menjadi korban dugaan pencemaran lingkungan oleh perusahaan tersebut.

Setiap harinya warga Desa Banyudono, Kecamatan Kaliori, Kabupaten Rembang mengeluhkan bau menyengat, polusi udara, hingga kerusakan ekosistem laut yang kian parah.

Ketua Forum Masyarakat Peduli Lingkungan Pesisir Rembang, Afif Awaluddin, menyebut, tingkat kerusakan lingkungan di wilayah tersebut sudah masuk kategori ekstrem. Menurutnya, kondisi lingkungan saat ini kian memprihatinkan ditandai dengan perubahan warna pasir pantai yang semula bersih kini menjadi kuning kecokelatan.

Baca juga: Warga Banyudono Rembang Kembali Keluhkan Bau Limbah Pabrik Ikan, Bikin Sesak Nafas

Selain itu, air laut yang terpapar limbah memicu berbagai penyakit kulit seperti gatal-gatal, biduran, hingga memar jika terjadi kontak langsung. Kondisi ini membuat pesisir tak lagi layak menjadi tempat bermain anak-anak. sementara

“Kami sangat prihatin, warga sudah banyak mengeluh akibat dampak limbah pabrik itu. Pasir pantai sudah berubah dan tidak bisa dipakai bermain anak-anak. Air laut juga terpapar, ini sudah masuk kategori ekstrem,” ujarnya saat ditemui, Sabtu (14/3/2026).

Selain itu, Afif menjelaskan bahwa kerusakan ini telah menyebabkan kepunahan biota laut lokal seperti hilangnya kerang batik, kerang lorek, dan rajungan yang dulu melimpah. Bahkan, kini hanya ditemukan kerang berwarna hitam yang sudah tidak layak lagi untuk dikonsumsi.

Menanggapi mandeknya solusi dari pemerintah daerah dan instansi terkait, Afif menyatakan pihaknya siap mengambil langkah hukum. Sasaran utama gugatan bukan hanya pabrik, melainkan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

“Saya akan melayangkan surat ke DPRD dan menuntut KLHK. Mereka yang memberikan izin, mereka yang mengadministrasi, tapi seolah membiarkan kerusakan ini terjadi. Saat audiensi ketiga, terjadi saling lempar tanggung jawab antara pusat, provinsi, dan daerah. Ini lucu,” tegasnya.

Baca juga: DLH Rembang Kantongi Temuan Diduga Sumber Pencemaran Lingkungan di Banyudono

Afif mengaku telah mengantongi data sertifikasi hasil uji lab terkait kualitas air, tanah, dan udara yang dilakukan secara swadaya oleh masyarakat.

“Kami tantang pihak KLHK untuk tinggal di sini dua hari dua malam saat ketiga pabrik beroperasi. Rasakan sendiri lingkungannya, jangan hanya bicara data di kantor. Jika tidak ada tindakan tegas, kami akan tempuh jalur hukum di pengadilan,” pungkasnya.

Sekadar diketahui, jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang bersama Bupati Rembang Harno telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke pabrik pengolah ikan di Desa Banyudono, Kecamatan Kaliori pada Selasa (24/2/2026) lalu.

Namun hingga saat ini, warga setempat mengaku belum merasakan perubahan signifikan dan masih menunggu informasi lanjutan dari hasil inspeksi mendadak (sidak) Bupati Rembang.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Rembang, Ika Himawan Affandi menyatakan, pihaknya telah menindaklanjuti temuan tersebut.

“Nggih, sudah kita tindaklanjuti. Ada indikasi pelanggaran, nanti akan kita bahas dulu sanksinya apa. Senin kepastiannya,” ujarnya melalui pesan singkat. (LK8)

Editor: Ahmad Muhlisin

 

Tags: Limbah
Previous Post

Warga Banyudono Rembang Kembali Keluhkan Bau Limbah Pabrik Ikan, Bikin Sesak Nafas

Next Post

Dakwah Keteladanan Santri Lirboyo dalam Safari Ramadan 2026 di Kedungsari Kudus

Redaksi

Redaksi

Next Post
Dakwah Keteladanan Santri Lirboyo dalam Safari Ramadan 2026 di Kedungsari Kudus

Dakwah Keteladanan Santri Lirboyo dalam Safari Ramadan 2026 di Kedungsari Kudus

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

I agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.

Stay Connected

  • 100 Fans
  • 99 Subscribers
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Puluhan Pemuda Desa Raci Pati Serang Ketitangwetan, Empat Warga Luka-Luka

Puluhan Pemuda Desa Raci Pati Serang Ketitangwetan, Empat Warga Luka-Luka

September 7, 2025
Bupati Sudewo Tanggapi Kasus Kekerasan pada Wartawan saat Liput Rapat Pansus

Sudewo Minta Pansus Jangan Telanjangi Pemerintah: Yang Sempurna Nabi Muhammad

September 5, 2025
Oknum Relawan Intimidasi Jurnalis saat Liputan Evakuasi Pendaki Gunung Muria

Oknum Relawan Intimidasi Jurnalis saat Liputan Evakuasi Pendaki Gunung Muria

Juni 26, 2025
Usai Ditetapkan Tersangka Korupsi, Rumah Gus Yaqut di Rembang Sepi

Usai Ditetapkan Tersangka Korupsi, Rumah Gus Yaqut di Rembang Sepi

Januari 9, 2026
Nikmatnya Blekok Goreng, Kuliner Pati yang Tak Bisa Dijumpai Tiap Hari

Nikmatnya Blekok Goreng, Kuliner Pati yang Tak Bisa Dijumpai Tiap Hari

1
Linikata_com Tawuran Antar 2 Kelompok

Polisi Bongkar Tawuran Brutal Antar Gangster Bersenjata di Sukolilo

0
Jelang Idul Adha, Pengiriman Sapi Kurban Ke Wilayah Jabodetabek dari Pati Meningkat Lima Kali lipat

Jelang Idul Adha, Pengiriman Sapi Kurban Ke Wilayah Jabodetabek dari Pati Meningkat Lima Kali lipat

0
BNPB Catat Bencana Hidrometeorologi Landa Sejumlah Wilayah

BNPB Catat Bencana Hidrometeorologi Landa Sejumlah Wilayah

0
Sarung Batik Rahatu Pati Jadi Primadona Hampers Lebaran, Sampai Kewalahan

Sarung Batik Rahatu Pati Jadi Primadona Hampers Lebaran, Sampai Kewalahan

Maret 14, 2026
Puluhan Mahasiswa Kudus Isi Ramadan dengan Ngaji 4 Pilar Kebangsaan

Puluhan Mahasiswa Kudus Isi Ramadan dengan Ngaji 4 Pilar Kebangsaan

Maret 14, 2026
Dakwah Keteladanan Santri Lirboyo dalam Safari Ramadan 2026 di Kedungsari Kudus

Dakwah Keteladanan Santri Lirboyo dalam Safari Ramadan 2026 di Kedungsari Kudus

Maret 14, 2026
Bertahun-tahun Terdampak Limbah, Warga Banyudono Rembang Ancam Gugat Pabrik Ikan

Bertahun-tahun Terdampak Limbah, Warga Banyudono Rembang Ancam Gugat Pabrik Ikan

Maret 14, 2026

Recent News

Sarung Batik Rahatu Pati Jadi Primadona Hampers Lebaran, Sampai Kewalahan

Sarung Batik Rahatu Pati Jadi Primadona Hampers Lebaran, Sampai Kewalahan

Maret 14, 2026
Puluhan Mahasiswa Kudus Isi Ramadan dengan Ngaji 4 Pilar Kebangsaan

Puluhan Mahasiswa Kudus Isi Ramadan dengan Ngaji 4 Pilar Kebangsaan

Maret 14, 2026
Dakwah Keteladanan Santri Lirboyo dalam Safari Ramadan 2026 di Kedungsari Kudus

Dakwah Keteladanan Santri Lirboyo dalam Safari Ramadan 2026 di Kedungsari Kudus

Maret 14, 2026
Bertahun-tahun Terdampak Limbah, Warga Banyudono Rembang Ancam Gugat Pabrik Ikan

Bertahun-tahun Terdampak Limbah, Warga Banyudono Rembang Ancam Gugat Pabrik Ikan

Maret 14, 2026
Lini Kata

© 2025 Linikata.com All right reserved

Navigate Site

  • About
  • Redaksi
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
    • Pemerintah
  • Regional
  • Nasional
  • Olahraga
  • Ekonomi
  • UMKM
  • Takon Kang Deddy
  • Lini Video
  • Kriminal
    • Peristiwa
  • Wisata
    • Kuliner

© 2025 Linikata.com All right reserved