LINIKATA.COM, KUDUS – Pemkab Kudus memacu percepatan pembangunan kembali Jembatan Menawan di Desa Menawan, Kecamatan Gebog. Infrastruktur vital yang sempat ambrol pada awal tahun ini, ditargetkan sudah dapat dilalui masyarakat sebelum Hari Raya Idulfitri 2026.
Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, menegaskan bahwa pemulihan akses ini menjadi prioritas utama guna mendukung mobilitas warga yang sempat lumpuh,’’Ini akses penting bagi warga. Kita upayakan sebelum Lebaran sudah bisa dilewati, semoga cuaca mendukung,’’ ujarnya saat ditemui di Pendapa Kabupaten Kudus, Rabu (11/3/2026).
Dijelaskannya, jembatan yang terakhir direhabilitasi pada 2016 tersebut mengalami kerusakan parah hingga ambles pada Senin (12/1). Faktor usia bangunan ditambah hantaman arus sungai yang deras pada bagian penyangga menjadi penyebab utama kegagalan struktur.
Baca juga:
Selama masa terputusnya akses, warga RW 4 Desa Menawan terpaksa menggunakan jembatan bambu darurat yang dibangun swadaya bersama TNI-Polri.
Terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kudus, Harry Wibowo, mengungkapkan adanya perubahan skema pengerjaan. Awalnya, proyek ini direncanakan melalui kerja sama dengan TNI, namun akhirnya dikembalikan ke Pemkab Kudus karena perubahan instruksi teknis terkait penggunaan material armco.
Mengingat urgensi yang mendesak, Pemkab memilih langkah cepat dengan menggunakan dana perawatan rutin ketimbang menunggu bantuan BNPB yang membutuhkan waktu lama.
‘’Kita kerjakan secara mandiri menggunakan dana perawatan rutin sekitar Rp200 juta hingga Rp300 juta agar jembatan segera berfungsi,’’ jelas Harry.
Baca juga:
Diketahui, secara teknis perbaikan difokuskan pada penguatan konstruksi abutmen setinggi lima meter dengan metode selimut beton campuran batu. Hingga pekan ini, progres fisik dilaporkan telah mencapai 75 persen.
Meski estimasi pembangunan total jembatan baru bisa menelan biaya hingga Rp4 miliar, penanganan darurat ini diharapkan mampu mengembalikan fungsi jembatan dengan bentang 10 meter tersebut secara optimal dalam waktu dekat. (LK9)
Editor: Ahmad Muhlisin














