LINIKATA.COM, KUDUS – Menjelang momentum mudik Idulfitri 2026, lonjakan mobilitas masyarakat di wilayah Jawa Tengah (Jateng) dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) diprediksi akan berdampak langsung pada konsumsi energi. PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah mencatat adanya potensi kenaikan permintaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang signifikan, khususnya untuk jenis gasoline.
Area Manager Communication, Relations, & Corporate Social Responsibility (CSR) Regional Jawa Bagian Tengah PT Pertamina Patra Niaga, Taufiq Kurniawan, menjelaskan bahwa tren konsumsi bahan bakar tahun ini menunjukkan pola yang kontras antara kendaraan pribadi dan kendaraan niaga.
Menurutnya, kebutuhan BBM jenis gasoline seperti pertalite dan pertamax series diprediksi alami peningkatan sebesar 18 persen dibanding harian normal dengan semula 1.798 kiloliter per hari menjadi 2.127 kiloliter per hari.
Baca juga: Temui Massa AMPB, Botok dan Teguh Disambut Bak Pahlawan
Sementara konsumsi gasoil justru alami penurunan 6 persen dibanding harian normal dengan 1.280 kiloliter menjadi 1.178 kiloliter, seiring pembatasan kendaraan berat dalam penggunaan jalan pada momen arus mudik hingga balik.
Penurunan konsumsi gasoil sebesar 6 persen ini merupakan dampak dari kebijakan pembatasan operasional kendaraan berat yang diberlakukan selama periode arus mudik dan balik guna kelancaran lalu lintas.
Skenario Layanan 24 Jam dan Tim Motoris
Guna menjamin kenyamanan pemudik, Pertamina telah menyiapkan skenario mitigasi dari masa Ramadan hingga Lebaran. Taufiq menegaskan bahwa ketahanan stok di seluruh wilayah Jateng dan DIY dalam kondisi aman terkendali.
Langkah strategis yang disiagakan meliputi SPBU Siaga sebanyak 40 SPBU di jalur non-tol akan beroperasi penuh selama 24 jam.
Mobile Storage (SPBU Kantong) penempatan tangki cadangan di titik-titik rawan macet untuk memangkas waktu tempuh suplai.
Layanan Motoris pengerahan armada motor untuk mengantar BBM langsung ke pengendara yang terjebak antrean panjang atau kehabisan bahan bakar di jalur tol.
Baca juga: Botok-Teguh Divonis Bersalah dan Dipidana 6 Bulan, tapi Tak Perlu Dijalani
“Kami memastikan seluruh wilayah Jawa Tengah dan DIY aman. Skenario antisipasi telah kami siapkan sejak awal Ramadan untuk melayani masyarakat hingga puncak Idulfitri nanti,” ujar Taufiq pada Kamis (5/3/2026) di Kudus.
Dengan penguatan infrastruktur distribusi ini, Pertamina berharap masyarakat dapat melakukan perjalanan mudik dengan tenang tanpa perlu khawatir akan ketersediaan pasokan energi di sepanjang jalur utama maupun alternatif. (LK1)
Editor: Ahmad Muhlisin














