LINIKATA.COM, PATI – Perum Bulog Kantor Cabang Pati mendistribusikan 500 ribu liter minyak goreng merek Minyakita ke sejumlah pasar tradisonal di eks Karesidenan Pati. Pendistribusian minyak goreng dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp15.700 per liter itu mengamankan stok di pasaran.
Upaya pendistribusian ini dipantau langsung melalui kegiatan monitoring bersama Dinas Perdagangan Kabupaten Pati di Pasar Puri Jumat (30/1/2026). Aksi lapangan tersebut merujuk pada regulasi terbaru dalam Permendag Nomor 43 Tahun 2025 serta Keputusan Menteri Perdagangan RI Nomor 2396 Tahun 2025 yang mengatur ketat tata kelola dan Harga Eceran Tertinggi (HET) Minyakita.
Pimpinan Perum Bulog Cabang Pati, Meitha Nova Riany menjelaskan, dalam regulasi tersebut Bulog dan BUMN pangan mendapat penugasan menyalurkan sekitar 35 persen kebutuhan Minyakita nasional melalui skema distribusi dari produsen ke Bulog, kemudian ke pengecer, dan dari pengecer ke konsumen.
Baca juga: Bulog Jateng Ditarget Serap 374.658 Ton Beras di 2026
“Bulog tidak menyalurkan ke distributor. Sesuai aturan, kami hanya menyalurkan langsung ke pengecer,” katanya.
Saat ini, proses penyaluran stok terus dikebut untuk menjangkau seluruh pasar tradisional di wilayah kerja Bulog Pati. Meitha mengungkapkan bahwa pihaknya terus memantau pergerakan stok agar tidak terjadi kekosongan di tingkat pedagang.
“Pada pertengahan Januari ini, Bulog Pati mendapat kuota sebnyak 500 ribu liter untuk didistribusikan kepada pasar se Karesidenan Pati. Hingga saat ini atau belum ada dua pekan, kami sudah mendistribusikan sebanyak 100 ribu liter kepada para pengecer,” urainya.
Menurut Meitha, kebijakan memutus rantai distribusi yang panjang dengan menyasar langsung ke pengecer adalah bukti nyata kehadiran pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi masyarakat. Hal ini memastikan tidak ada celah bagi spekulan untuk menaikkan harga di atas batas kewajaran.
“Ini bentuk peran pemerintah yang hadir sehingga semua masyarakat bisa menjangkau minyakita dengan harga sesuai HET, yakni Rp15.700 perliter. Kami merencanakan pada pekan pertama Februari nanti minyakita yang menjadi kuota Bulog Pati sudah terdistribusikan kepada pengecer,” bebernya.
Baca juga: Bulog Bantu 1 Ton Beras Premium untuk Korban Banjir di Sidoharjo Pati
Distribusi produk ini tidak hanya menyasar pedagang di pasar-pasar yang menjadi titik pantauan BPS dan SP2KP, tetapi juga menyentuh jaringan mitra binaan Bulog seperti Rumah Pangan Kita (RPK) dan Kios Dagang Pangan Kita (KDPK). Dengan harga tebus dari Bulog sebesar Rp14.500 per liter, para pengecer diwajibkan mematuhi aturan main yang telah ditetapkan.
Meitha Nova Riany menegaskan, pihaknya tidak akan segan memberikan teguran jika ditemukan pelanggaran di lapangan. Pengecer diwajibkan memasang identitas resmi dan spanduk harga sebagai bentuk transparansi kepada pembeli.
“Kami minta pengecer mematuhi ketentuan. Tidak boleh menjual di atas HET, tidak boleh menimbun, dan tidak boleh menjual kembali ke pengecer lain,” ujarnya. (LK1)
Editor: Ahmad Muhlisin














