LINIKATA.COM, PATI – Sepuluh warga Kabupaten Pati melakukan aksi cukur gundul dalam Tasyakuran Rakyat di Alun-Alun Pati, Jumat (23/1/2026) siang. Aksi ini untuk memenuhi nazar atas penetapan tersangka Bupati Pati Nonaktif, Sudewo, oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus dugaan pemerasan calon perangkat desa.
Selain sebagai bentuk syukur, aksi cukur plontos ini diakui warga sebagai simbol lepasnya beban mental setelah berbulan-bulan berjuang melengserkan Sudewo.
Perwakilan AMPB, Husaini, mengungkapkan bahwa tindakan ini adalah luapan rasa lega karena warga kecil akhirnya berani menghadapi kekuatan besar dari pihak pemerintah daerah.
Baca juga: Bongkar Kasus Pemerasan Caperdes, KPK Didesak Tak Berhenti Hanya di Sudewo
”Kami merasa ringan, berbulan-bulan itu kami berjuang bersama dengan masyarakat, itu rasanya sangat berat sekali karena menghadapi kekuatan yang luar biasa. Semua lini digerakkan oleh pemerintah, sedangkan kami ini rakyat kecil,” katanya.
Selama berjuang, kata Husaini, mereka merasa seperti diintimidasi oleh kekuatan besar. Bahkan, ada sebagian massa yang merasa diintai pergerakannya.
”Meskipun tidak ditangkap, kawan-kawan merasa terintimidasi. Metu seko omah ngono ae wedi. Ono motor lewat ngarep omah wedi dikiro Intel, aparat dan sebagainya (Keluar rumah saja takut. Ada motor lewat depan rumah takut dikira intel, aparat, dan sebagainya),” tuturnya.
Baca juga: KPK Tangkap Sudewo, Seribuan Warga Pati Gelar Syukuran di Alun-Alun
Menurut Husaini, suasana mencekam itu telah menjadi bagian dari keseharian mereka selama memperjuangkan keadilan bagi warga Kabupaten Pati. Maka dari itu, aksi cukur gundul yang diikuti sekitar 10 orang ini dianggap sebagai titik balik bagi keberanian warga.
“Yang gundul sekitar 10 orang. Ada pula yang nazar lari keliling Alun-Alun Pati,” pungkas Husaini. (Lk1)
Editor: Ahmad Muhlisin














