LINIKATA.COM, PATI – Desa Mintobasuki, Kecamatan Gabus, Kabupaten Pati menjadi salah satu daerah terdampak banjir paling parah. Letak geografis desa yang berada di cekungan membuat banjir yang rutin tiap tahun ini selalu bertahan lama.
Kondisi ini membuat warga melakukan berbagai cara untuk bertahan selama banjir yang kadang sampai berbulan-bulan. Tak sedikit warga yang kemudian meninggikan rumahnya dan bahkan mempunyai perahu meski mereka bukan nelayan.
Setiap banjir, warga juga sering memilih bertahan di rumah masing-masing, meski genangan di dalam rumah mencapai 50 centimeter lebih.
Baca juga: Puluhan Hektare Sawah di Banjarsari Pati Kebanjiran, Kerugian Capai Rp100 Juta
Warga mengaku hanya bisa pasrah, karena Desa Mintobasuki memang kerap kebanjiran setiap tahunnya. Salah satu warga, Agus Sutomo, mengatakan, sampai Jumat (16/1/2026), ketinggian banjir sudah mencapai 50 centimeter hingga 1 meter. Sementara di dalam rumah rata-rata mencapai 50 cm.
“Luapan sungai Silugonggo. Naiknya begitu cepat,” ujar dia.
Dia menyebut, warga memang memanfaatkan perahu untuk beraktivitas lantaran akses jalan sudah tak bisa dilalui dengan sepeda motor atau mobil.
“Keluar masuk kampung dengan perahu. Untuk ngantar anak ke sekolah atau kerja. Kendaraannya dititipkan ke tempat tetangga yang aman dari banjir,” imbuh dia.
Ketua RT2/2 Desa Mintobasuki, Eko Priyanto mengatakan, warga memilih bertahan di rumahnya untuk menjaga barang-barang agar tak hanyut. Untuk tidur, warga memilih meninggikan tempat tidur yang diganjal dengan umpak. Ada pula yang membuat ranggon atau bambu yang ditata tinggi untuk tidur.
Baca juga: Desa Kasiyan Terendam Banjir, Jalur Alternatif Pati-Kudus Terancam Lumpuh
“Kalau di RW ini ada sekitar 120 rumah warga. Sebagian besar bertahan meski ada juga orangtua dan anak-anak yang diungsikan ke rumah sanak saudara yang lebih aman,” imbuh dia.
Priyanto berharap pemerintah dapat memberi perhatian. Salah satunya dengan dilakukan normalisasi pada Sungai Silugonggo.
“Setiap ada banjir kiriman dari Utara atau Selatan dan Sungai tak mampu menampung ya banjir,” imbuh dia. (LK1)
Editor: Ahmad Muhlisin














