LINIKATA.COM, Pati – Memasuki hari kelima, banjir di Jalan Pantura Pati-Rembang, Desa Widorokandang, Kecamatan/Kabupaten Pati belum juga surut. Selain genangan dan jalan rusak, tiadanya jalur alternatif untuk truk sumbu tiga juga jadi penyebab kepadatan lalu lintas sulit diurai.
Bahkan, hari ini, Jumat (16/1/2026), terdapat dua titik genangan tambahan. Pertama, di depan PT Bumi Indo, Desa Purworejo, dengan ketinggian air 20 centimeter sepanjang 250 meter. Kedua, depan SPBE dengan ketinggian air 15 centimeter sepanjang 100 meter
Dengan kondisi tersebut, antrean kendaraan dari arah Barat masuk Jalan Lingkar Selatan (JLS) sekitar 200 meter, dari arah Juwana 100 meter, dan dari arah Kota Pati 50 meter.
Baca juga: Hati-Hati, Jalan Pantura Pati-Juwana Banyak Berlubang
Sedangkan kerusakan jalan setiap hari semakin parah dan bertambah karena terus tergerus air. Besaran dan panjang lubang juga bervariasi, bahkan ada yang panjangnya hingga 2 meter. Kemudian untuk kedalaman ada yang mencapai 15 centimeter dan kemungkinan akan terus bertambah karena gerusan air.
Kasatlantas Polresta Pati, Kompol Riki Fahmi Mubarok mengatakan, tiadanya jalur alternatif untuk truk sumbu tiga ke atas membuat kepadatan lalu lintas sulit diurai. Mengingat, mayoritas kendaraan yang melintasi jalur tersebut saat banjir adalah kendaraan besar.
“Untuk pengalihan (truk) sumbu tiga, itu kita tidak ada pengalihan arus, karena kelas jalannya tidak memenuhi. Kecuali untuk yang roda dua dan roda empat, bisa lewat Pertigaan Sampang, lewat Jaken-Jakenan, itu bisa,” beber dia.
Untuk mengurai kepadatan lalu lintas, pihaknya menerjunkan 24 personel yang dibagi dalam tiga shift. Masing-masing berjaga selama enam jam di beberapa titik untuk mengatur arus lalu lintas karena kondisi jalan rusak parah.
“Kepadatan lalu lintas selama 24 jam. Pertigaan Widorokandang ini adalah salah satu titik rawan, dikarenakan ada (beberapa) lubang (jalan). Kami khawatir apabila tidak dijaga anggota, itu akan menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan,” kata Kompol Riki.
Selain itu, pihaknya juga menyiapkan kendaraan derek untuk membantu kendaraan yang mengalami mogok di jalan. Nanti, pengguna jalan tinggal menginformasikan kepada petugas jaga untuk meminta pertolongan.
Baca juga: Desa Kasiyan Terendam Banjir, Jalur Alternatif Pati-Kudus Terancam Lumpuh
“Untuk kendaraan derek, itu juga kita siap-siagakan apabila terjadi kendaraan trouble di Jalur Pantura,” ungkap Kompol Riki.
Kasatlantas kemudian mengimbau kepada pengguna jalan untuk selalu hati-hati dan fokus memperhatikan kondisi jalan. Dirinya juga meminta pengendara untuk mengikuti arahan dari personel kepolisian.
“Imbauan untuk masyarakat tetap hati-hati karena cuaca saat ini kurang mendukung. di jalan raya siapkan fisik, kesehatan, dan juga kendaraan. Selalu ikuti peraturan lalu lintas dan arahan petugas di lapangan,” pungkasnya. (LK1)
Editor: Ahmad Muhlisin














