LINIKATA.COM, PATI – Sampai hari kedelapan, banjir yang merendam berbagai kecamatan di Kabupaten Pati belum ada tanda-tanda akan surut. Bahkan Jumat (16/1/2026) ini, ketinggian air di berbagai desa justru bertambah.
Salah satu wilayah terdampak paling parah berada di Desa Banjarsari, Kecamatan Gabus. Bahkan, warga mengaku sampai saat ini minim bantuan sehingga harus bertahan dengan logistik seadanya.
Warga Banjarsari, Ritka mengungkapkan, banjir yang tak kunjung surut membuat keluarganya kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sudah beberapa hari ia tidak bisa bekerja, sementara persediaan bahan makanan semakin menipis.
Baca juga: Desa Kasiyan Terendam Banjir, Jalur Alternatif Pati-Kudus Terancam Lumpuh
“Beras tinggal satu kilo, itu pun tidak cukup untuk delapan orang. Biasanya dua kilo sehari. Gas juga habis. Kalau makan, ya seadanya, kadang dikasih tetangga,” tuturnya.
Ritka mengungkapkan, ketinggian banjir di permukiman kini mencapai sekitar 60 centimeter. Meski air telah masuk ke dalam rumah, dia memilih tidak mengungsi dan memilih membuat ranggon atau tempat tidur yang ditinggikan.
“Air sudah sampai segini, tapi kami tetap di rumah. Tidur di atas dipan yang ditinggikan. Kalau masak juga di atas kasur,” ujar Ritka.
Baca juga: Puluhan Hektare Sawah di Banjarsari Pati Kebanjiran, Kerugian Capai Rp100 Juta
Hal sama juga diutarakan Suminah. Sejak banjir melanda desa pada Minggu (11/1/2026), warga belum menerima bantuan apapun. Untuk memenuhi kebutuhan makan, ia hanya mengandalkan sisa tabungan yang kian menipis.
“Yang paling dibutuhkan sekarang makanan. Apa pun bantuannya sangat berarti,” ucapnya. (LK1)
Editor: Ahmad Muhlisin














