LINIKATA.COM, Pati – Jumat (9/1/2026) akan jadi salah satu hari yang menghantui Kholifah dan keluarganya. Malam itu, untuk kedua kalinya dalam tiga tahun, rumahnya kembali diporak-porandakan banjir bandang.
Tak hanya meninggalkan kerugian harta benda yang tak terkira jumlahnya, peristiwa itu juga menyisakan trauma yang mendalam bagi kedua anaknya.
Seperti hari-hari biasanya, Warga Desa Bulumanis Kidul, Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati itu sedang menyiapkan pesanan di usaha katering yang dirintis ibunya 25 tahun lalu. Dia tak punya firasat buruk meski hujan seharian itu seperti tiada ujung.
Baca juga: Kiamat Itu Mewujud Banjir Bandang, Dunia Juharti Lenyap Sekejap
Namun, gemuruh banjir bandang yang tiba tanpa peringatan seperti langsung menghujam jantungnya. Seketika, memori kelam 2022 lalu saat rumahnya hilang tak berbekas menyeruak kembali, memicu kepanikan yang menyesakkan dada.
“Ngeri banget. Semua pada roboh. Mobil tertimpa kanopi, suara airnya, ya Allah. Ngeri,” bebernya dengan suara tercekat, Kamis (15/1/2026).
Saat awal kejadian, dia bersama keluarga sudah berada di teras rumah untuk bersiap-siap menyelamatkan diri. Namun, air bah datang begitu cepat hingga Kholifah harus merelakan barang-barang berharganya tak terselamatkan, termasuk alat-alat usaha kateringnya.
“Pas kejadian saya sudah di teras rumah bersama anak-anak. Tidak bisa nyebrang, keluar dari rumah sudah kayak laut. Enggak ada yang bisa diselamatkan. Barang berharga mesin cuci, kulkas hilang semua,” ratapnya.
Yang menyesakkan, di depan matanya sendiri ia melihat ibu dan adiknya sempat terseret arus banjir bandang yang begitu deras. Pada akhirnya, ia bersyukur karena keduanya akhirnya selamat. Namun, banjir bandang itu membuat keluarganya begitu trauma, apalagi untuk anaknya yang masih sekolah di Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Dasar (SD).
“Banjir bandang kali ini seperti luka lama belum sembuh, kemudian terulang lagi. Anak trauma semua. Sekarang anak saya kalau ada hujan deras menangis,” ucapnya.
Setelah terdampak untuk kedua kalinya, Kholifah kini mulai mengumpulkan berbagai kekuatan untuk mencoba bangkit kembali. Dia juga mulai membersihkan rumahnya yang temboknya runtuh di sana-sini.
“Ya, istilahnya baru mulai tertata lagi usaha katering saya. Bahkan malam itu saya baru membuat pesanan bolu untuk dapur MBG (Makan Bergizi Gratis). Tapi ini hilang semua,” kata Kholifah.
Secercah harapan itu tiba saat Bupati Pati Sudewo datang menengok korban banjir, Minggu (10/1/2026). Dalam kunjungan itu, Bupati menjanjikan akan membantu renovasi lima rumah yang rusak parah, dan tentunya rumah terdampak lain.
Baca juga: Kirim Barang ke Bali, Sopir Truk Ini Terjebak Banjir Pantura Kudus-Pati Selama 18 Jam
“Kemarin Pak Sudewo sudah ke sini dan bilang akan segera direnovasi. Ya, semoga ke depannya cepat pulih, Ya Allah, meski kembali ke nol lagi,” harapnya.
Selain itu, Kholifah juga memohon tanggul bisa dibangun sekuat mungkin agar kejadian serupa tidak terjadi lagi di masa depan. Mengingat, rumahnya bersisian dengan tanggul.
“Semoga tanggulnya diperbaiki, lebih kuat, lebih tinggi, agar bisa menampung air lebih baik,” tuntasnya. (LK1)
Editor: Ahmad Muhlisin














