LINIKATA.COM, PATI – Petani Desa Ngurenrejo, Kecamatan Wedarijaksa, Kabupaten Pati terpaksa memanen bawang merah lebih awal karena terendam banjir. Mereka khawatir jika tak panen dini, tanaman tersebut akan rusak dan harganya makin anjlok.
Pantauan di lokasi, sejumlah petani tampak menerjang banjir setinggi sekitar 1 meter untuk memanen bawang merah. Mereka membawa terpal yang digunakan untuk wadah. Setelah cukup banyak, mereka lalu menyeretnya ke tepi.
Salah satu petani, Slamet Warsito mengungkapkan, banjir melanda desanya sejak Jumat (9/1/2026) lalu yang juga merendam lahan persawahan. Karena khawatir bawang merah membusuk, petani pun terpaksa memanen dini.
Baca juga: Harga Lebih Murah, Petani Pati Resah Adanya Isu Bawang Merah Impor Ilegal
“Ini dipanen dini agar bawang merah tidak busuk. Kalau 2-3 hari bawang merah terendam air bisa busuk. Ini baru satu malam, jadi tidak apa-apa,” ucapnya.
Menurutnya, seharusnya petani baru memanen bawang putih beberapa minggu ke depan. Namun karena kebanjiran harus segera diselamatkan.
“Dipanen dini, karena ini sudah umur, sudah ada DP dari tengkulak, kurang kira-kira kurang 2-3 sampai 1 minggu sudah panen,” ucapnya.
Warsito menyebut ada belasan hektar lahan persawahan yang ditanami bawang merah di desanya terendam banjir. Akibat kondisi ini, para petani pun mengalami kerugian.
“Luasnya 15 hektare yang terdampak. Padahal 1 hektare bisa mendapatkan 175 juta,” sebutnya.
Menurutnya, karena dipanen dini akan terdampak terhadap harga jual. Akan tetapi panen dini ini dilakukan agar mendapatkan hasil meskipun sedikit.
“Harganya kalau normal yang besar kemarin itu hampir Rp28.000. Kalau di panen dini ada penurunan harga. Terserah nanti harga pasar,” sebutnya.
Petani lainnya, Setiyono menuturkan, selain merugi, petani juga kesulitan memanen bawang merah di lahan yang kebanjiran. Mereka harus mengambil bawang merah di dalam air.
Baca juga: Seluruh Kecamatan di Pati Dilanda Bencana Banjir hingga Longsor
“Saat memanen bawang merah kendala yang dihadapi yakni daun bawangnya tidak kelihatan karena terendam air,” tuturnya.
Selain itu, petani juga kesulitan membawa bawang merah menggunakan terpal di tengah genangan banjir. Apalagi ketinggian airnya hingga mencapai 1,5meter. Ditambah kesulitan lain yakni jalan yang berlumpur dan licin.
“Kedalaman 1,5 meter, sudah terendam 3 hari. Cara membawa bawang merah ke pinggir jalan dengan terpal, kalau dipanggul kesulitan,” pungkasnya. (LK1)
Editor: Ahmad Muhlisin













