LINIKATA.COM, KUDUS – Akses vital Jalur Pantura di wilayah Kudus, Jawa Tengah, kembali lumpuh total setelah diterjang banjir bandang pada Selasa (13/1/2026) sore. Tingginya intensitas air bahkan menciptakan momen menegangkan saat seorang pengendara sepeda motor nyaris hanyut tersapu derasnya luapan sungai.
Dalam rekaman amatir warga, terlihat kepanikan luar biasa ketika pengendara tersebut berjibaku menahan motornya agar tidak terseret arus yang melintasi badan jalan. Beruntung, warga sigap memberikan pertolongan sehingga nyawa pengendara dapat diselamatkan meski harus menembus genangan air yang cukup dalam.
Banjir ini dipicu oleh curah hujan ekstrem di kawasan Pegunungan Muria yang menyebabkan sungai-sungai di wilayah hulu meluap ke jalan raya. Padahal, beberapa jam sebelumnya, genangan di jalur penghubung antarprovinsi ini sempat menunjukkan tanda-tanda surut.
Baca juga: Banjir Rendam Jalur Pantura Ngembal Kudus, Banyak Motor Mogok
Kapolres Kudus, AKBP Heru Dwi Purnomo, menjelaskan bahwa banjir merendam jalur Pantura sepanjang 2 kilometer. Setidaknya ada tiga titik genangan terparah yang menjadi fokus pengamanan kepolisian.
“Genangan utama terpantau di tiga titik, yakni Jembatan Ngembal, wilayah Hadipolo, dan sekitar Jembatan Pladen,” ujar AKBP Heru saat meninjau lokasi, Selasa (13/1/2026) sore.
Untuk mengurai kemacetan dan mencegah jatuhnya korban jiwa, Polres Kudus memberlakukan sistem buka-tutup jalur. Personel kepolisian juga disiagakan 24 jam di lokasi terdampak. AKBP Heru mengimbau para pengendara, khususnya roda dua, untuk tidak nekat menerjang arus.
“Arus sangat kuat. Kami meminta pengendara motor untuk berhenti sejenak di titik aman seperti SPBU hingga air benar-benar surut,” tegasnya.
Dampak bencana ini kian meluas. Data terbaru dari BPBD Kabupaten Kudus mencatat banjir telah merendam 31 desa di 7 kecamatan, dengan total warga terdampak mencapai 42.000 jiwa. Saat ini, petugas gabungan terus memantau situasi dan menyalurkan bantuan ke posko-posko pengungsian. (LK6)
Editor: Ahmad Muhlisin













