LINIKATA.COM, PATI – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) melalui Dinas Pertanian dan Perkebunan turun tangan mengatasi serangan hama tikus di Desa Wukirsari, Kecamatan Tambakromo, Kabupaten Pati. Salah satu aksinya adalah melakukan pengemposan atau memasukkan racun asap pada lubang tikus, Selasa (6/1/2026).
Penanganan ini di Dukuh Gares ini melibatkan Tim Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Dinas Pertanian dan Perkebunan Jawa Tengah, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kabupaten, TNI dan Polri serta warga Desa Wukirsari. Selain pengemposan atau yang dikenal juga dengan fumigasi, petugas juga melakukan pemasangan umpan.
Kepala Desa Wukirsari, Sulistiono, mensyukuri upaya penanganan itu meski mayoritas lahan sudah tak bosa diselamatkan lagi. Mengingat, warga telah banyak resah akibat hama tikus tersebut.
Baca juga: Diserang Tikus, Petani Jagung Wukirsari Pati Rugi hingga Rp10 Juta per Hektare
“Serangan hama tikus kali ini lebih berat dari tahun sebelumnya. Alhamdulillah ini dibantu dari pusat, provinsi, dan kabupaten untuk mengendalikan tikus,” ujar dia.
Akibat hama itu, para petani banyak yang merugi hingga Rp10 juta per hektare lantaran tanaman jagungnya gagal panen. Sekarang warga harus merantau untuk menutupi kebutuhan setelah tak dapat bergantung pada lahan pertanian.
“Padahal mayoritas warga itu petani. Lahan jagung sendiri yang masuk kawasan hutan mencapai 450 hektare sementara di pemajakan (desa) sampai 250 hektare,” terang dia.
Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan Dinas Pertanian dan Perkebunan (POPT), Tanto Harto mengatakan, persoalan hama tikus mengalami peningkatan sejak 2025 lalu. Tak hanya di Pati, peningkatan tercatat ada di sejumlah daerah di Jawa Tengah.
“Hama tikus dipicu karena terjadi perubahan ekosistem,” ungkap dia.
Dia menyebut, ada tiga hal yang perlu dilakukan untuk penanganan hama tikus, seperti perlu penanganan harus dilakukan bersama-sama.
“Kemudian perlu ada kombinasi. Seperti pengemposan, pemasangan umpan, hingga pemanfaatan predator burung hantu. Kemudian penanganan harus dilakukan berkelanjutan tak bisa sekali,” ujar dia.
Baca juga: Tanaman Jagung Diserang Tikus, Petani Wukirsari Pati Merana
Dalam penanganan itu, dia menyebut Dinas Pertanian Kabupaten Pati membantu sebanyak 200 kilogram umpan sementara Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyiapkan 200 kilogram umpan dan emposan sebanyak 1500 batang.
“Nanti akan tetap dilakukan evaluasi. Kami juga telah menyiapkan bahan pengendali di balai desa,” ujar dia. (LK1)
Editor: Ahmad Muhlisin














