LINIKATA.COM, PATI – Warung mi ayam di samping Balai Desa Tamansari, Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati itu tampak cukup ramai pembeli, sore itu. Mereka terlihat duduk di emperan ruko yang tak terpakai. Ada yang keluarga, ada pula kumpulan anak-anak muda.
Tak seperti warung mi ayam yang biasanya menggunakan gerobak, tempat tersebut mengandalkan kompor dua tungku dengan dua panci di atasnya. Yang satu untuk merebus mi dan satunya untuk kuah.
Dua pria muda di sana juga terlihat cekatan melayani pembeli yang datang silih berganti. Mereka berbagai peran agar semua pembeli bisa segera menyantap mi ayam.
Baca juga: Siapa Sangka Bunga Kopi Ternyata Bisa Dibuat Jadi Teh Beraroma Wangi
Warung milik Rustin itu memang selalu ramai pembeli saat buka mulai pukul 16.00 hingga 23.00 WIB. Selain sajikan mi ayam yang siap menggoyang lidah, rupanya harganya juga sangat terjangkau yakni hanya Rp5 ribu seporsi.
Menurut Rustin, keputusannya menjual mi ayam dengan harga murah karena saat awal-awal merintis usaha, banyak pembelinya yang masih pelajar. Hal itu membuatnya berpikir untuk menjualnya sesuai kantong anak-anak karena punya uang saku terbatas.
“Awalnya itu, teman-teman anakku saat main, kalau beli, ada yang bilang uang saku tinggal Rp5.000, bagaimana kalau beli Rp5.000 boleh tidak,” kenang Rustin saat ditemui, Kamis (1/12/2025).
Melihat kondisi anak-anak yang uang sakunya pas-pasan, apalagi lokasi rumahnya dekat dengan sekolah dan pondok pesantren, naluri keibuannya tak tega menolak.
“Naluri ibu, ya nggak apa-apa. Kemudian dari situ timbul gimana kalau buka Rp5.000. Alhamdulillah banyak peminatnya,” ujarnya
Tak hanya didorong oleh kepedulian pada anak-anak, Rustin juga menyadari betapa beratnya tekanan ekonomi saat ini. Ia berkaca dari pengalamannya sendiri saat jajan bersama keluarga.
“Terus pengalaman saya sendiri, jajan biasanya empat orang, kalau satu mi Rp10 ribu atau Rp12 ribu, bawa uang Rp100 ribu itu pas. Zaman sekarang itu ekonomi nggak baik, jadi (saya ingin) meminimalisir pembeli supaya bisa menikmati bersama keluarga dengan jajan relatif murah,” jelasnya.
Keputusan menjual Rp5.000 sejak empat tahun lalu adalah caranya untuk memastikan masyarakat, terutama keluarga dengan dana terbatas, tetap bisa menikmati makanan lezat tanpa harus menguras dompet.
untuk menyesuaikan harga, ia hanya mengurangi porsi mi menjadi separuh atau lebih sedikit dari porsi harga normal. Namun, untuk rasa dan kualitas ayam tetap dijaga.
“Insyaallah soal rasa tetap sama,” tegas Rustin.
Baca juga: Sempat Terpuruk Karena Disabilitas, Oby Kini Sukses Buka Kedai Jahe Rempah
Selain mi ayam biasa seharga Rp5.000, Rustin juga menjual bakso: Rp5.000, mi ayam bakso komplet Rp8.000. Dengan harga yang sangat ramah kantong ini, dalam sehari Rustin bisa menghabiskan 6 hingga 7 kilogram mi, yang jika dihitung bisa mencapai 150 hingga 175 porsi mie ayam.
Salah satu pembeli, Ilham mengaku penasaran dan sengaja datang. Setelah mencoba langsung, Ia memastikan rasanya tak kalah dengan yang harganya lebih mahal..
“Rasanya enak lezat, cocok untuk pelajar atau yang uang sakunya tipis,” katanya. (LK1)
Editor: Ahmad Muhlisin














