LINIKATA.COM, PATI – Hadiah Liga Desa Kabupaten Pati 2025 yang salah satunya berupa snack viral di media sosial. Hadiah itu dikecam warganet, bahkan sampai dibandingkan dengan kabupaten lain yang mominalnya cukup besar.
Dalam video yang beredar di media sosial, terlihat seorang pria berbaju hitam membuka hadiah snack yang terbungkus kardus. Ia lantas menunjukan rentengan snack berwarna oranye ke kamera.
“Hadiahe duit rentengan. Duit rentengan,” ucap salah satu orang di video seraya tertawa.
Baca juga: Tingkat Kriminalitas di Pati Menurun Selama 2025, Terbanyak Pencurian
Pada partai puncak yang digelar di Stadion Joyokusumo, Selasa (30/12/2025), Persewo Wonorejo Tlogowungu keluar sebagai juara setelah menaklukkan Persip Pohgading Gembong dengan skor tipis 1-0.
Turnamen yang diselenggarakan oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (Dispermades) Kabupaten Pati ini diikuti oleh 14 tim perwakilan dari 14 kecamatan. Liga Desa dimulai sejak 14 Desember dan dibuka langsung oleh Wakil Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra.
Menanggapi viralnya hadiah itu, Kepala Dispermades Kabupaten Pati, Tri Haryama, mengakui bahwa memang tidak ada anggaran untuk hadiah uang pembinaan dalam Liga Desa tahun ini.
“Memang ramai di media sosial soal hadiah dua dus ciki itu. Tapi kenyataannya memang tidak ada anggaran. Hadiahnya hanya piala, tidak ada uang pembinaan,” jelasnya.
Tri Haryama menambahkan, bahwa makanan ringan yang diterima tim pemenang bukan bagian dari hadiah resmi.
“Ciki itu tambahan, bantuan dari pihak sponsor. Kalau tidak salah dari perusahaan Garuda. Yang lebih paham panitia. Tapi dari kami memang tidak ada hadiah uang karena anggarannya sangat terbatas,” katanya.
Namun, pernyataan Tri Haryama dibantah oleh Ofisial Persip Pohgading Gembong, M. Choirul Umam. Menurutnya, ada ketidaksesuaian antara kesepakatan awal dan realisasi di akhir turnamen yang membuat timnya merasa dirugikan.
“Makanya setelah final, Pak Sekdes menanyakan langsung ke panitia. Tapi dari panitia bilang memang tidak ada (uang pembinaan). Kami sangat kecewa,” tegasnya.
Baca juga: Buntut Tarian Seksi Viral, Komisi D DPRD Kudus Bakal Panggil Ketua KONI
Ia pun mengungkapkan kekecewaan mendalam usai timnya yang keluar sebagai juara dua hanya menerima piala dan dua kardus makanan ringan.
“Setelah menerima hadiah, kami menanyakan ke panitia soal uang pembinaan. Jawabannya tidak ada. Padahal saat technical meeting yang hadir itu Pak Sekdes, dan informasinya ada uang pembinaan,” ujarnya.
Atas masalah ini, ia bahkan memastikan Persip Pohgading tidak akan mengikuti Liga Desa tahun depan jika sistem dan transparansi hadiah tidak diperbaiki.
“Tahun depan tidak ikut lagi. Hadiah yang didapat tidak sesuai dengan kesepakatan awal,” tambahnya. (LK1)
Editor: Ahmad Muhlisin














