LINIKATA.COM, KUDUS – Pemandangan memprihatinkan terlihat di aliran Sungai Piji, Desa Kesambi, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus, Kamis (4/12/2025). Sungai yang semestinya mengalirkan air, kini justru berubah menjadi lautan sampah.
Tumpukan material sampah kiriman dari wilayah hulu Pegunungan Muria ini tak hanya menyumbat aliran air, tetapi juga menghancurkan infrastruktur desa.
Dampak paling parah menimpa jembatan akses warga setempat. Jembatan tersebut ambrol dan tak layak dilewati setelah pondasinya tergerus arus liar yang terhalang tumpukan sampah.
Baca juga: Bantuan TKGS Pemkab Kudus Diduga Disunat
Kepala Desa Kesambi, Mokhamad Masri, menyatakan bahwa volume sampah kali ini sangat tak terduga. Ia menyayangkan masih minimnya kesadaran masyarakat di wilayah hulu untuk menjaga kebersihan sungai.
“Kami sudah sering mengimbau agar bersama-sama menjaga kebersihan sungai dan tidak membuang sampah sembarangan. Kondisi jembatan kini miring, pondasi barat naik, yang timur turun,” ujar Masri, Jumat (5/12/2025).
Baca juga: Kemendikdasmen Renovasi 23 Sekolah di Kudus
Sebagai langkah antisipasi jatuhnya korban, pihak desa telah memasang barikade dan rambu larangan melintas di bibir jembatan.
Kini, warga Desa Kesambi berharap respons cepat dari dinas terkait di Pemkab Kudus. Penanganan segera sangat dibutuhkan, tidak hanya untuk memperbaiki jembatan, tetapi juga mengeruk sampah yang berpotensi memicu banjir bandang ke permukiman jika hujan deras kembali turun. (LK6)
Editor: Ahmad Muhlisin














