• About
  • Redaksi
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Lini Kata
Advertisement
  • Home
  • Politik
    • Pemerintah
  • Regional
  • Nasional
  • Olahraga
  • Ekonomi
  • UMKM
  • Takon Kang Deddy
  • Lini Video
  • Kriminal
    • Peristiwa
  • Wisata
    • Kuliner
No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
    • Pemerintah
  • Regional
  • Nasional
  • Olahraga
  • Ekonomi
  • UMKM
  • Takon Kang Deddy
  • Lini Video
  • Kriminal
    • Peristiwa
  • Wisata
    • Kuliner
No Result
View All Result
Lini Kata
No Result
View All Result
Home Regional

Imbas Bendung Karet Sungai Juwana, Nelayan Disebut Susah Melaut sampai Sedimentasi Parah

Redaksi by Redaksi
Mei 22, 2026
in Regional
0
Belum Setahun Beroperasi, Bendung Karet di Bungasrejo Pati Sudah Bocor

Kondisi Bendung Karet yang bocor di Desa Bungasrejo, Pati. Foto: Linikata/LK1

0
SHARES
3
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

LINIKATA.COM, PATI – Jaringan Masyarakat Peduli Sungai Juwana (Jampisawan) menyoroti tajam sejumlah kebijakan pemerintah di kawasan Sungai Juwana yang dinilai bermasalah. Organisasi yang konsisten bergerak di isu lingkungan tersebut menilai regulasi yang ada saat ini tidak berpihak pada kelestarian sungai dan ruang hidup masyarakat.

Juru bicara Jampisawan, Ari Subekti, mengatakan bahwa gerakan ini lahir dari akumulasi keresahan masyarakat yang tinggal di sepanjang bantaran Sungai Silugonggo tersebut. Kerusakan lingkungan yang terus terjadi di area aliran sungai kini mulai berdampak luas pada sektor sosial dan ekonomi warga.

“Ulang tahun ini kita ingin sungai yang hidup. Karena lingkungan sungai yang rusak, pangan tercemar, masyarakat terganggu dan menimbulkan konflik secara sosial,” katanya saat peringatan ulang tahun, Rabu 920/5/2026) lalu.

Baca juga: Harga Solar Meroket, Ribuan Nelayan Pati Terpaksa Berhenti Melaut

Pembangunan Bendung Karet Dianggap Ironi

Jampisawan menyoroti kebijakan pengelolaan di Sungai Juwana yang selama ini dinilai justru menimbulkan persoalan baru di lapangan. Salah satu proyek infrastruktur yang dikritik keras adalah pembangunan Bendungan Karet di Desa Bungasrejo, Kecamatan Juwana. Menurutnya, pembangunan yang salah arah tersebut dapat memicu masalah sosial baru di tengah masyarakat.

“Terkait bendung karet merupakan suatu ironi. Pemerintah ingin membuat solusi tapi malah menimbulkan masalah yang baru,” ucap Ari Subekti.

Ia memaparkan, ada banyak dampak negatif yang kini dirasakan langsung oleh masyarakat sekitar akibat keberadaan pembangunan Bendung Karet tersebut. Dampak itu mulai dari terganggunya aktivitas nelayan hingga mempercepat laju pendangkalan arus sungai.

“Tidak pernah mensosialisasikan fungsi dan jadwal buka tutup. Akibatnya nelayan tidak melaut, ikan sapu-sapu merajalela, normalisasi menjadi hal yang sia-sia karena sedimentasi. Contohnya dalam dua tahun ini pendangkalan lebih parah sebelum di normalisasi,” tegasnya.

Baca juga: Kerap Lampaui Target, Dishub Pati Usulkan Retribusi Parkir Naik Jadi Rp700 Juta

Desak Pemerintah Libatkan Partisipasi Masyarakat

Melihat rentetan persoalan tersebut, Ari Subekti meminta pihak pemerintah untuk lebih aktif melibatkan elemen masyarakat lokal dalam setiap proses perumusan dan pembuatan kebijakan di sepanjang aliran Sungai Juwana. Langkah partisipatif ini dinilai penting agar pengambil kebijakan benar-benar mengerti persoalan riil yang dihadapi warga.

“Kami berharap proyek-proyek di sungai melibatkan partisipasi masyarakat sebelum memutuskan membuat kebijakan di sungai Juwana,” sebutnya.

Ke depan, Jampisawan berkomitmen akan terus konsisten menyuarakan persoalan kelestarian lingkungan di sekitar ekosistem Sungai Juwana demi keberlangsungan hidup masyarakat yang menggantungkan hidup di sana.

“Di ulang tahun ini Jampisawan tetap fokus menyoal isu lingkungan sungai Juwana. Karena kebijakan yang dibuat pemerintah tidak ada yang pro sungai Juwana dan masyarakat yang tinggal di pinggir sungai Juwana,” pungkasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

Tags: Bendung KaretJampisawanSungai Juwana
Previous Post

Geger! Rumah Warga Desa Sambung Kudus Dilempar Bom Molotov

Next Post

Harga Capai Rp45 Juta, Sapi Kurban Asal Winong Pati Jadi Primadona Warga Jabodetabek

Redaksi

Redaksi

Next Post
Harga Capai Rp45 Juta, Sapi Kurban Asal Winong Pati Jadi Primadona Warga Jabodetabek

Harga Capai Rp45 Juta, Sapi Kurban Asal Winong Pati Jadi Primadona Warga Jabodetabek

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

I agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.

Stay Connected

  • 100 Fans
  • 99 Subscribers
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Puluhan Pemuda Desa Raci Pati Serang Ketitangwetan, Empat Warga Luka-Luka

Puluhan Pemuda Desa Raci Pati Serang Ketitangwetan, Empat Warga Luka-Luka

September 7, 2025
Plt Bupati Pati dan Baznas Salurkan Bantuan Korban Kebakaran di Degan Winong

Plt Bupati Pati dan Baznas Salurkan Bantuan Korban Kebakaran di Degan Winong

Maret 27, 2026
Teken Pakta Integritas di Depan Gubernur Jateng, Chandra Tegaskan Pati Bebas KKN

Teken Pakta Integritas di Depan Gubernur Jateng, Chandra Tegaskan Pati Bebas KKN

April 2, 2026
Hadiri Sedekah Laut di Juwana, Plt Bupati Pati: Semoga Hasil Melimpah, Harga Bagus

Hadiri Sedekah Laut di Juwana, Plt Bupati Pati: Semoga Hasil Melimpah, Harga Bagus

Maret 29, 2026
Nikmatnya Blekok Goreng, Kuliner Pati yang Tak Bisa Dijumpai Tiap Hari

Nikmatnya Blekok Goreng, Kuliner Pati yang Tak Bisa Dijumpai Tiap Hari

1
Linikata_com Tawuran Antar 2 Kelompok

Polisi Bongkar Tawuran Brutal Antar Gangster Bersenjata di Sukolilo

0
Jelang Idul Adha, Pengiriman Sapi Kurban Ke Wilayah Jabodetabek dari Pati Meningkat Lima Kali lipat

Jelang Idul Adha, Pengiriman Sapi Kurban Ke Wilayah Jabodetabek dari Pati Meningkat Lima Kali lipat

0
BNPB Catat Bencana Hidrometeorologi Landa Sejumlah Wilayah

BNPB Catat Bencana Hidrometeorologi Landa Sejumlah Wilayah

0
RSUD dr R Soetrasno Rembang

Kabar Baik! Pasang Ring Jantung di RSUD Rembang Kini Dicover BPJS Kesehatan

Mei 22, 2026
Polresta Pati Turun Tangan Cari Calon Pengantin yang Diduga Kabur dengan Pria Lain

Polresta Pati Turun Tangan Cari Calon Pengantin yang Diduga Kabur dengan Pria Lain

Mei 22, 2026
Harga Capai Rp45 Juta, Sapi Kurban Asal Winong Pati Jadi Primadona Warga Jabodetabek

Harga Capai Rp45 Juta, Sapi Kurban Asal Winong Pati Jadi Primadona Warga Jabodetabek

Mei 22, 2026
Belum Setahun Beroperasi, Bendung Karet di Bungasrejo Pati Sudah Bocor

Imbas Bendung Karet Sungai Juwana, Nelayan Disebut Susah Melaut sampai Sedimentasi Parah

Mei 22, 2026

Recent News

RSUD dr R Soetrasno Rembang

Kabar Baik! Pasang Ring Jantung di RSUD Rembang Kini Dicover BPJS Kesehatan

Mei 22, 2026
Polresta Pati Turun Tangan Cari Calon Pengantin yang Diduga Kabur dengan Pria Lain

Polresta Pati Turun Tangan Cari Calon Pengantin yang Diduga Kabur dengan Pria Lain

Mei 22, 2026
Harga Capai Rp45 Juta, Sapi Kurban Asal Winong Pati Jadi Primadona Warga Jabodetabek

Harga Capai Rp45 Juta, Sapi Kurban Asal Winong Pati Jadi Primadona Warga Jabodetabek

Mei 22, 2026
Belum Setahun Beroperasi, Bendung Karet di Bungasrejo Pati Sudah Bocor

Imbas Bendung Karet Sungai Juwana, Nelayan Disebut Susah Melaut sampai Sedimentasi Parah

Mei 22, 2026
Lini Kata

Copyright © 2026 Linikata.com

Navigate Site

  • About
  • Redaksi
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
    • Pemerintah
  • Regional
  • Nasional
  • Olahraga
  • Ekonomi
  • UMKM
  • Takon Kang Deddy
  • Lini Video
  • Kriminal
    • Peristiwa
  • Wisata
    • Kuliner

Copyright © 2026 Linikata.com