LINIKATA.COM, KUDUS – Suasana haru dan khidmat menyelimuti pemberangkatan jamaah haji Kabupaten Kudus jadwal kedua di halaman Mapolres Kudus, Senin (4/5/2026). Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, melepas secara resmi rombongan yang tergabung dalam Kloter 41 tersebut.
Dalam sambutannya, Bupati Sam’ani menyampaikan rasa syukur atas kelancaran proses pemberangkatan. Ia berpesan agar seluruh jamaah menjaga kesehatan fisik dan kekhusyukan ibadah selama di tanah suci.
“Alhamdulillah, ini pemberangkatan jadwal kedua untuk Kloter 41. Kami mendoakan semoga para jamaah diberikan kesehatan, berangkat dan pulang dengan selamat. Semoga semua rukun wajib maupun sunnah dapat dilaksanakan dengan khusyuk sehingga meraih predikat haji mabrur,” ujar Sam’ani.
Baca juga: Sekda Jateng Ingatkan Petugas Haji Fokus Layani Jemaah ketimbang Ibadah Pribadi
Penyesuaian Manifest dan Syarat Istitaah
Meski secara umum pemberangkatan berjalan lancar, terdapat sejumlah penyesuaian pada daftar manifest jamaah. Ketua P4H IPHI Kudus, Deka Hendratmanto, menjelaskan bahwa terdapat perubahan pengisian kursi (open seat) akibat kendala kesehatan dan musibah.
“Prinsipnya Kloter 41, 42, dan 43 itu utuh secara jumlah, namun ada penyesuaian personel. Ada jamaah yang gagal memenuhi syarat istitaah kesehatan sehingga harus diganti oleh jamaah dari kabupaten lain guna memenuhi kuota,” jelas Deka.
Mutasi Kloter dari Berbagai Daerah
Berdasarkan data pramanifest terbaru, Kloter 40 dan 44 dinyatakan aman sesuai jadwal. Namun, untuk Kloter 41, terdapat satu posisi yang diisi oleh jamaah asal Brebes sebagai pengganti Ibu Zupin. Sementara pada Kloter 42, Ibu Basini digantikan oleh jamaah asal Cilacap.
Baca juga: Jemaah Calhaj Pati akan Berangkat ke Tanah Suci Mulai 7 Mei
Perubahan juga terjadi pada Kloter 43 yang semula akan diisi dua orang asal Tegal, kini dialihkan kepada dua jamaah asal Kabupaten Pati. Penyesuaian ini dilakukan salah satunya karena adanya musibah jamaah yang wafat, sehingga pasangannya memutuskan untuk menunda keberangkatan.
“Total ada pengurangan empat orang dari data awal 1.210 jamaah karena faktor-faktor tersebut, namun posisi mereka langsung diisi oleh jamaah dari daerah lain dalam sistem mutasi kloter,” pungkasnya.
Editor: Ahmad Muhlisin















