LINIKATA.COM, PATI – Los pedagang Pasar Kota Rembang yang dibangun dengan anggaran sekitar Rp 500 juta dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) perubahan 2025 terbengkalai.
Pantauan di lapangan, lokasi relokasi Pasar Kota Rembang yang dibangun di Pasar Hewan Sumberjo terlihat mangkrak dan pelatarannya ditumbuhi rumput ilalang sejak rampung dibangun November 2025. Kondisi ini menjadi sorotan mengingat anggaran besar yang telah dikucurkan.
Syarat Pembangunan Pasar Baru
Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Dindagkopukm) Rembang, Mohammad Mahfudz, menyampaikan bahwa penyiapan tempat relokasi merupakan kewajiban Pemda sebagai syarat pembangunan pasar baru. Selain ketersediaan lokasi relokasi, lahan yang akan dibangun juga harus bebas pedagang dan tidak ada aset yang belum dihapus.
Baca juga: Investor TRP Kartini Rembang Senilai Rp400 Juta Mendadak Mundur, Ada Apa?
“Itu menjadi syarat dan ketentuan harus ada relokasi,” katanya saat dikonfirmasi, Selasa (28/4/2026).
Namun hingga kini, Dindagkopukm Kabupaten Rembang masih wait and see dalam melanjutkan pembangunan. Pemerintah Daerah masih menunggu kepastian alokasi anggaran dari Kementerian Pekerjaan Umum untuk kelanjutan proyek Pasar Rembang tersebut.
Menunggu Kepastian Anggaran Pusat
“Di dalam pelaksanaan relokasi masih menunggu final alokasi dari Kementerian PU untuk pasar Rembang. Sehingga penyiapan tempat relokasi masih wait and see,” terang Mahfudz.
Pada 2026 direncanakan tambahan pembangunan los senilai Rp 1 miliar dari anggaran induk. Namun kepastian pelaksanaannya sangat bergantung pada alokasi APBN. Jika pada Juni nanti belum ada kepastian, kemungkinan proyek baru terlaksana pada 2027. Terlebih, anggaran 2026 juga berpotensi terkena refocusing.
Baca juga: Diduga Korupsi Dana Desa, Kades Bangunrejo Rembang Dilaporkan ke Inspektorat
Kondisi Lokasi dan Rencana Pemindahan
Terkait kondisi los yang terbengkalai di Sumberjo, Mahfudz mengaku telah menginstruksikan petugas untuk membersihkan lokasi dan menyemprot rumput ilalang yang mulai menutupi bangunan. Saat ini, lokasi tersebut masih digunakan sebagai aktivitas pasar hewan.
Rencana pemindahan pasar hewan hari Kamis ke Pasar Hewan Pamotan pun hingga kini belum terlaksana karena operasional yang masih berjalan. “Kalau sudah full digunakan, baru digeser ke Pamotan,” pungkasnya.
Editor: Ahmad Muhlisin















