LINIKATA.COM, PATI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dinbudpar) tengah serius mengkaji ulang rencana kerja sama pengelolaan Taman Rekreasi Pantai (TRP) Kartini.
Langkah ini diambil sebagai upaya optimalisasi aset daerah guna mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) secara berkelanjutan. Sebelumnya, rencana kerja sama dengan pihak ketiga sempat hampir mencapai titik temu dengan nilai penawaran mencapai Rp400 juta per tahun untuk periode 2026.
Penyebab Pembatalan Kerja Sama
Namun, kerja sama tersebut dipastikan batal setelah pihak investor lokal asal Rembang menyatakan mengundurkan diri. Sekretaris Dinbudpar Kabupaten Rembang, Isti Choma Wati, mengonfirmasi bahwa pembatalan tersebut terjadi secara mendadak saat proses administrasi sedang berjalan.
Baca juga: Diduga Korupsi Dana Desa, Kades Bangunrejo Rembang Dilaporkan ke Inspektorat
“Yang mengundurkan diri itu sebetulnya sudah melalui proses kajian dan tinggal tahap paparan. Tapi tiba-tiba menyampaikan mundur karena ada urusan internal mereka. Sebetulnya belum ada kesepakatan resmi (deal), tapi mereka sudah mundur duluan,” ujarnya, Selasa (28/4/2026).
Meskipun menyayangkan pembatalan tersebut, Isti menegaskan bahwa Pemkab tetap terbuka bagi pihak lain yang ingin menjalin kemitraan. Ia menekankan bahwa setiap proses kerja sama harus melewati kajian mendalam agar tetap sesuai dengan pedoman dan regulasi yang berlaku di wilayah Kabupaten Rembang.
Muncul Peminat Baru untuk Ikon Wisata Rembang
Kabar mundurnya investor pertama tidak lantas membuat pengelolaan TRP Kartini vakum. Saat ini, sudah ada pihak baru yang menunjukkan ketertarikan untuk mengelola ikon wisata pantai di Rembang tersebut.
Baca juga: Masih Berpolemik, KDMP Bangunrejo Rembang Dijadwalkan Beroperasi 18 Mei 2026
Terkait nilai penawaran, Isti menjelaskan bahwa nominalnya belum tentu sama dengan angka Rp400 juta yang ditawarkan investor sebelumnya. Hal ini mengingat adanya perbedaan waktu dan dinamika kondisi ekonomi saat ini.
“Nanti berdasarkan kesepakatan saja. Ini kan sudah menjelang bulan Mei, jadi saat pertemuan nanti kita bicarakan kesepakatannya seperti apa,” tambahnya. Langkah ini diharapkan tetap bisa memberikan kontribusi positif bagi sektor pariwisata di Pantura Rembang.
Editor: Ahmad Muhlisin















