LINIKATA.COM, KUDUS – Pertama di Jateng, MTS NU TBS Kudus Ajarkan Bahasa Mandarin. MTs NU Tasywiquth Thullab Salafiyah (TBS) Kudus kembali melakukan terobosan dalam dunia pendidikan. Madrasah ini resmi meluncurkan ekstrakurikuler Bahasa Mandarin, sebagai upaya membekali santri menghadapi tantangan global dan dominasi ekonomi negara berkembang di masa depan.
Wakil Kepala Bidang Kesiswaan MTs NU TBS Kudus, Baidlowie, mengungkapkan bahwa program ini lahir dari visi Kepala Madrasah, dalam rangka meningkatkan kompetensi linguistik siswa. Program ini menjadi langkah strategis madrasah dalam memperluas cakrawala pengetahuan para santrinya.
Visi Internasional di Lingkungan Madrasah
‘’Kami ingin siswa tidak hanya jago di ilmu agama, tapi juga menguasai bahasa internasional agar bisa mengikuti perkembangan zaman,’’ ujarnya, saat ditemui di sekolah, Minggu (26/4).
Baca juga: Ratusan Siswa SMP di Rembang Adu Bakat Seni dan Sastra di FLS3N 2026
Menurutnya, langkah ini tergolong unik karena program baru dimulai di pertengahan tahun ajaran, bukan di awal seperti biasanya. Meski persiapannya tergolong mendadak, antusiasme siswa sangat tinggi. Tercatat sebanyak 16 siswa dari kelas 7 dan 8 telah mendaftar pada angkatan pertama ini.
Pelopor di Jawa Tengah
‘’Ekstra Bahasa Mandarin di jenjang MTs ini kemungkinan menjadi yang pertama di Jawa Tengah. Kami berharap tahun depan peminatnya semakin bertambah dan programnya kian berkembang,’’ imbuhnya.
Untuk menjamin kualitas pengajaran, MTs NU TBS Kudus menggandeng Faisol Firdaus yang merupakan alumni sekolah setempat sebagai tenaga pendidik Bahasa Mandarin. Faisol juga merupakan alumni Hubungan Internasional (HI) Universitas Wahid Hasyim yang melanjutkan studi di Tiongkok pada tahun 2017.
Standar Internasional HSK
Dalam proses belajar mengajar yang berdurasi satu jam sepekan, Faisol menggunakan standar internasional. Materi yang diberikan tidak main-main karena mengacu pada sertifikasi global yang diakui secara resmi.
‘’Materi yang saya berikan mengacu pada buku HSK (Hanyu Shuiping Kaoshi). Ini adalah standar sertifikasi kemahiran bahasa Mandarin yang diakui dunia. Semacam TOEFL dalam bahasa Inggris,’’ tuturnya.
Ia menambahkan, saat ini para santri diajarkan level dasar atau HSK 1. Bahasa yang dipelajari adalah bahasa Mandarin formal yang digunakan oleh pemerintah dan instansi pendidikan di Tiongkok.
Baca juga: Info Beasiswa Undip 2026: Peluang Kuliah Gratis bagi Putra Daerah Asal Pati
Tiga Pilar Ekstrakurikuler Bahasa
Meski mengajar santri tingkat MTs memerlukan kesabaran ekstra dan konsistensi tinggi, Faisol mengaku optimistis melihat semangat para siswa. Dengan hadirnya program ini, MTs NU TBS Kudus kini resmi memiliki tiga pilar ekstrakurikuler bahasa, yakni Bahasa Arab, Bahasa Inggris, dan Bahasa Mandarin.
‘’Langkah strategis ini diharapkan mampu mencetak lulusan santri yang kompetitif, dan siap mengambil peran penting di kancah internasional di masa mendatang,’’ pungkasnya. (LK9)
Editor: Ahmad Muhlisin














