LINIKATA.COM, PATI – GOR Pesantenan Pati menjadi saksi keceriaan dan semangat ribuan anak-anak dalam ajang Festival Drumband TK-RA yang diselenggarakan oleh Yayasan Pendidikan Muslimat Nahdlatul Ulama (YPMNU) Kabupaten Pati, Ahad (19/4/2026).
Kegiatan dalam rangka memperingati Hari Lahir (Harlah) ke-80 Muslimat NU ini mengusung tema “Mengembangkan Keterampilan dan Kreativitas Menuju Kemandirian”. Tahun ini, partisipasi peserta meningkat menjadi 38 grup dari berbagai wilayah di Kabupaten Pati.
Ketua YPMNU Kabupaten Pati, Nur Laeli, mengungkapkan bahwa festival ini sengaja tidak dilombakan demi menjaga kegembiraan anak-anak.
Baca juga: Info Beasiswa Undip 2026: Peluang Kuliah Gratis bagi Putra Daerah Asal Pati
“Festival ini tidak kami lombakan, tetapi semua peserta mendapatkan piala. Tujuannya agar anak-anak senang, bahagia, dan merasa bangga atas kemandirian serta kreativitas yang mereka tampilkan,” ujar Nur Laeli.
Mencetak Generasi Berakhlakul Karimah
Ketua PC Muslimat NU Pati, Umi Hanik, menekankan bahwa pendidikan anak usia dini adalah kunci utama menuju Indonesia Emas. Ia berharap kegiatan ini menjadi sarana melatih keterampilan dan inovasi santri sejak dini.
“Melalui kegiatan ini, anak-anak dilatih terampil dan inovatif. Kita ingin mencetak generasi yang berkualitas, berakhlakul karimah, dan mampu membawa kemajuan bagi peradaban bangsa,” tutur Umi Hanik.
Ia juga mengingatkan pentingnya sinergi antara aspek pendidikan dan kesehatan dalam mendukung tumbuh kembang anak-anak di lingkungan Muslimat NU.
Pondasi Karakter dan Kepercayaan Diri
Hadir membuka acara, Plt Bunda PAUD Kabupaten Pati, Dwi Risma Ardhi Chandra, memberikan apresiasi tinggi. Menurutnya, seni drumband memiliki dampak besar pada perkembangan motorik dan mental anak.
Baca juga: Pemkab Rembang Siapkan Beasiswa Satu Desa Satu Sarjana, 11 Desa Jadi Prioritas
“Drumband bukan sekadar musik, tapi melatih irama, rasa percaya diri, kedisiplinan, kekompakan, hingga motorik kreatif. Inilah pondasi utama pembangunan SDM kita,” tegas Dwi Risma.
Dwi Risma juga berpesan agar para orang tua dan pendidik lebih fokus pada proses pembangunan karakter daripada sekadar mencari pemenang dalam sebuah kompetisi.
“Ini bukan soal siapa yang juara, tapi soal keberanian anak-anak untuk tampil. Mari kita dampingi mereka agar tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas, dan percaya diri,” tandasnya.
Editor: Ahmad Muhlisin















