LINIKATA.COM, DEMAK – Meluapnya debit air Sungai Tuntang yang memicu jebolnya sejumlah titik tanggul di Kabupaten Demak berujung duka. Bencana ini tidak hanya merusak infrastruktur, tetapi juga menelan dua korban jiwa dalam peristiwa terpisah di Kecamatan Guntur dan Kecamatan Bonang.
Detik-Detik Hilangnya Nyawa Sang Bocah
Tragedi pertama menimpa seorang bocah perempuan berusia delapan tahun di Desa Trimulyo, Kecamatan Guntur. Siswi kelas 2 SD tersebut ditemukan tak bernyawa di areal persawahan pada Sabtu (4/4/2026), sekitar 50 meter dari lokasi awal ia terseret.
Peristiwa memilukan ini bermula pada Jumat (3/4/2026) siang, sesaat sebelum tanggul jebol sepenuhnya. Menurut saksi mata, Masrikan, air bah datang dengan sangat mendadak.
Baca juga: Sungai Tuntang Meluap, Jalur Karangtengah-Demak Lumpuh Total Terendam Banjir
“Saat itu tanggul masih rembes, belum jebol. Pas jalan di lokasi, hanya dalam hitungan detik air langsung tinggi sampai sedada orang dewasa,” ujar Masrikan saat ditemui, Senin (6/4/2026).
Korban diduga terlepas dari pengawasan saat berjalan di belakang orang tuanya. Setelah pencarian intensif oleh tim SAR gabungan dan warga, jenazah korban akhirnya ditemukan sehari kemudian dan langsung dibawa ke rumah duka untuk dikebumikan.
Selain faktor kecelakaan murni, pihak kepolisian juga menyoroti adanya korban jiwa akibat aksi berbahaya demi dokumentasi atau konten media sosial. Di Kecamatan Bonang, seorang pria bernama Nurul Huda (33) dilaporkan tenggelam pada Jumat malam saat tengah mengabadikan momen meluapnya Sungai Tuntang.
Diduga terpeleset saat mengambil gambar, Nurul Huda terseret arus deras. Tim SAR gabungan berhasil menemukan jasadnya pada Sabtu siang. Kabag Ops Polres Demak, Kompol Wasito, mengonfirmasi kejadian ini dan memberikan peringatan keras kepada masyarakat.
Baca juga: Lahan KDMP Disengketakan, Warga Bangunrejo Rembang Tuntut Hak
“Kami imbau masyarakat untuk bijak. Jangan melakukan aksi berbahaya atau membuat konten di lokasi yang berisiko tinggi. Sudah ada korban jiwanya,” tegas Kompol Wasito.
Pemerintah setempat meminta warga tetap waspada dan mengutamakan keselamatan diri di atas keinginan untuk mendokumentasikan bencana. (LK6)
Editor: Ahmad Muhlisin















