LINIKATA.COM, PATI – Ribuan massa Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) memadati depan Pengadilan Negeri (PN) Pati, Kamis (5/3/2026). Mereka mengawal sidang pembacaan vonis terdakwa Supriyono alias Botok dan Teguh Istiyanto.
Pantauan di lokasi, massa dari berbagai penjuru Bumi Minta Tani ini sudah memadati Jalan Raya Pati-Kudus sejak pukul 7.30 WIB. Mereka datang dengan mengendarai 8 truk, 12 pikap, sejumlah mobil pribadi hingga sepeda motor.
Dari informasi yang dihimpun sampai pukul 10.00 WIB, jumlah massa ini dipastikan akan terus bertambah karena masih ada yang belum sampai PN Pati.
Baca juga: Jelang Sidang Vonis Botok Cs, Depan PN Pati Dipasang Kawat Berduri
Namun, demi alasan keamanan, massa tidak diperbolehkan memasuki halaman PN Pati. Kawat berduri pun dipasang di sepanjang pagar depan PN Pati hingga menutup akses masuk menuju Dukuh Bletek, Desa Dadirejo, Kecamatan Margorejo, yang berada di samping PN Pati.
Sejak pagi, seribuan massa itu terus menggemakan “Bebaskan Botok, Bebaskan Teguh!!”
Salah satu Orator dari Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur menyerukan, dia rela datang jauh-jauh ke Pati demi mengawal sidang pembacaan vonis Botok Cs yang sampai sekarang belum dimulai. Padahal, sesuai jadwal, harusnya sidang dimulai pukul 9.00 WIB.
“Mas Botok adalah pejuang. Dia bukan penjahat,” serunya yang dibalas teriakan penuh semangat dari massa.
Menurutnya, Botok Cs adalah simbol perlawanan rakyat yang harus didukung sampai titik darah terakhir. Keduanya tidak seharusnya dikriminalisasi karena teleh memperjuangkan nasib Rakyat Pati.
“Bebaskan Botok! Bebaskan Teguh!” teriaknya yang disambut serupa olah massa.
Di sisi lain, untuk mengawal sidang vonis Botok Cs, Polresta Pati menerjunkan 1.300 personel. Aparat keamanan tersebut berasal dari Polresta Pati dan Polres se Eks Karesidenan Pati.
Kapolresta Pati, Kombes Pol Jaka wahyudi menegaskan, pengamanan ketat ini dilakukan sebagai bentuk antisipasi terhadap potensi kerawanan selama proses persidangan berlangsung.
“Kita kerahkan 1.349 personel. Harapannya dengan pengamanan maksimal, situasi tetap kondusif,” ujarnya.
Selain pengamanan di sekitar area pengadilan, aparat juga bersiaga di sejumlah titik strategis untuk mengatur arus lalu lintas dan mencegah penumpukan massa. Meski demikian, polisi memastikan tidak ada penutupan jalan secara permanen.
Baca juga: Pledoi Botok Cs: Blokir Pantura Tak Membahayakan, Harusnya Bebas
“Tidak ada penutupan jalan. Situasional saja, kita lihat perkembangan di lapangan,” tambahnya.
Pihaknya juga mengimbau masyarakat yang hadir untuk tetap menjaga ketertiban dan menghormati Ramadan, sehingga seluruh rangkaian sidang dapat berjalan lancar tanpa mengganggu aktivitas warga sekitar.
“Kami berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung tertib, aman, dan masyarakat tetap menjalankan ibadah Ramadhan dengan khusyuk,” pungkas Kapolresta. (LK1)
Editor: Ahmad Muhlisin














