LINIKATA.COM, PATI – Jembatan putus akibat diterjang banjir memaksa warga Desa Klumpit, Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati harus melewati jalur alternatif sejauh 20 kilometer. Bahkan, banyak warga nekat menerjang arus sungai yang cukup deras karena enggan menempuh jarak yang sangat jauh.
Kondisi ini harus dirasakan warga selama sebulan lebih karena jembatan itu jadi akses satu-satunya ke dan dari Dukuh Mbongkar yang dihuni sekitar 200 orang. Salah satunya adalah Siti Muslimah, bidan desa yang hampir tiap hari memberikan pelayanan kesehatan ke dukuh tersebut.
Sebagai bidan desa, Muslimah menjadi salah satu warga yang sangat terdampak dengan putusnya akses transportasi tersebut. Apalagi, di Dukuh Mbongkar banyak sekali balita, ibu hamil, dan warga lanjut usia (lansia) yang butuh layanannya.
Baca juga: Jembatan di Klumpit Putus Diterjang Banjir, Polresta Pati Bantu Bangun Ulang
“Pelayanan bidang kesehatan itu kan untuk melayani posyandu, meliputi pelayanan untuk anak balita, ibu hamil, kemudian juga kami melakukan pelayanan untuk lansia juga,” katanya, Sabtu (14/2/2026).
Selama jembatan putus, dirinya terpaksa menempuh jalur alternatif sejauh 20 kilometer melewati Kecamatan Margoyoso. Bahkan, dirinya tak jarang nekat menerjang arus sungai yang cukup deras demi memangkas jarak. Nahasnya, dia pernah terjatuh karena medan yang sangat sulit.
“Kemarin, kan ada pemberian makanan tambahan untuk anak-anak balita. Itu kalau melalui akses muter, kan, jauh, jadinya kita lewatnya dari sini (sungai). Pakai motor, pernah jalan kaki juga, malah jatuh juga pernah (saat lewat sungai).
Warga lain, Rukin mengungkapkan, jembatan putus tersebut memang menyulitkan warga yang ingin mengirim hasil pertanian seperti kopi. Kesulitan juga dirasakan saat anak-anak hendak berangkat ke sekolah.
“Harusnya dekat kalau lewat jalan ini untuk membawa hasil panen tapi sekarang harus mengeluarkan biaya operasional yang lebih karena terpaksa memutar,” terang dia.
Warga akhirnya bersyukur karena jembatan putus tersebut dibangun ulang Polresta Pati. Bahkan, warga juga dibuatkan jembatan darurat untuk digunakan selama pembangunan.
Kapolresta Pati, Kombes Pol Jaka Wahyudi mengatakan, perbaikan jembatan itu respon cepat terhadap kesulitan yang dihadapi oleh masyarakat Desa Klumpit. Mereka ingin mengambil bagian dalam membantu pemerintah membangun fasilitas jembatan yang menghubungkan daerah tertinggal.
Baca juga: Hidupkan Ekonomi PKL, Pemkab Pati Rencana Gelar CFD di Alun-Alun Kembangjoyo
“Polresta Pati membangun jembatan Merah Putih Presisi ini sebagai tindak lanjut Presiden Prabowo,” tambah dia.
Jaka menyebut sebelumnya telah mensurvei kondisi putusnya jembatan yang menyebabkan satu dukuh terisolir tersebut. Dia berharap jembatan itu dapat diselesaikan selama tiga bulan kedepan.
“Kami berharap nantinya bisa segera rampung dan dimanfaatkan oleh masyarakat,” tambah dia. (LK1)
Editor: Ahmad Muhlisin














