LINIKATA.COM, PATI – Aksi swadaya warga yang memperbaiki jalan rusak mulai Perempatan Pentol Desa Blaru hingga Panjunan dengan dana pribadi sukses membuat Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Pati “kebakaran jenggot”. Pihak dinas langsung menjanjikan perbaikan permanen dengan pengaspalan jalan Pati-Purwodadi tersebut.
Bahkan, kedatangan pekerja dari Dinas PUTR sempat menyebabkan cekcok dengan warga yang sedang memperbaiki jalan. Mereka datang membawa meterial urukan dengan truk beserta mesin slender kecil.
Merasa sudah diambil alih dinas terkait, warga kemudian berpindah ke titik jalan rusak lain dan melakukan penambalan jalan.
Baca juga: Kesal Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Pati Swadaya Perbaiki Jalan Rusak
Namun, upaya DPUTR Pati itu disambut negatif warga. Mengingat, perbaikan baru dilaksanakan setelah ada aksi mandiri dari warga.
“Ini setelah warga bergerak dari PU baru turun. Baru bergerak, setelah saya teriak-teriak, saya viralkan,” kata salah satu warga, Deddy Gunawan.
Namun, menurut Deddy, penambalan tersebut kualitasnya buruk dan akan cepat rusak lagi jika ada hujan. Apalagi, perbaikan tersebut rupanya tak dibarengi dengan pengaspalan.
“Dengan kualitas perbaikan sementara ini, nggak bisa seperti ini, pasti ngelotok lagi, rusak lagi. Nggak bisa, ini hanya asal-asalan aja. Tambal sulam aja yang asal-asalan,” beber dia.
Saat dikonfirmasi, Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga (DPUTR), Hasto Utomo, mengatakan, terkait perbaikan jalan di Selatan Pentol, Desa Blaru, pihaknya melakukan pengurugan base course dulu untuk sementara. Setelah itu, pihaknya akan melakukan pengaspalan.
“Rencana besok kalau ada AMP (asphalt mixing plant) hotmix yang buka akan ditambal aspal hotmix. Hari ini tadi kebetulan aspal hotmixnya tidak berproduksi. Mudah-mudahan besok berproduksi biar bisa dilanjut penambalan aspalnya,” ucapnya lewat pesan WhatsApp.
Baca juga: Tak Perlu Antre, Urus SKCK di Pati Kini Bisa Online
Diketahui, warga Desa Panjunan bernama Deddy Gunawan terpaksa merogoh kocek pribadi sebesar Rp7 juta untuk menambal jalan rusak. Penambalan jalan tersebut dilakukan sepanjang 1 kilometer dengan dibantu warga setempat.
Warga mengaku kesal lantaran jalan tersebut sudah rusak berbulan-bulan dan tak kunjung diperbaiki. Bahkan, jalan rusak tersebut sudah menyebabkan banyak kecelakaan. (LK1)
Editor: Ahmad Muhlisin














