LINIKATA.COM, KUDUS – Tradisi menyambut bulan suci Ramadan di Kabupaten Kudus, Dandangan, resmi dibuka, Senin (9/2/2026) petang. Perhelatan tahun ini tampil beda dengan wajah yang lebih rapi, transparan, dan terdigitalisasi.
Wakil Bupati Kudus, Bellinda Birton, didampingi anggota DPRD Kudus, Valerie Yudistira Pramudya, secara simbolis membuka acara yang menjadi magnet ekonomi kerakyatan di Kota Kretek tersebut. Bellinda menegaskan bahwa transformasi sistem menjadi fokus utama pemerintah tahun ini.
‘’Tahun ini kita melibatkan 527 pelaku usaha dengan total lebih dari 1.000 lapak, termasuk area di luar stan utama. Semuanya kita terapkan sistem digitalisasi, mulai dari proses pendaftaran hingga pembelian stan, agar lebih transparan bagi masyarakat,” ujar Bellinda disela-sela meninjau lapak Dandangan.
Baca juga: Prioritaskan Lansia dan Disabilitas, Kemenag Kudus Matangkan Persiapan Haji 2026
Disinggung soal sampah, Bellinda menyebut kondisi lapangan terpantau lebih tertata dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Bellinda mengapresiasi kolaborasi dengan pihak swasta yang menyediakan 20 titik kantong sampah lengkap dengan petugas edukator.
‘’Petugas ini bertugas mengedukasi masyarakat mengenai pemilahan sampah di lokasi agar kebersihan tetap terjaga selama 10 hari ke depan,’’ imbuhnya.
Sementara soal parkir, Bellinda menegaskan telah diseragamkan menjadi satu harga, untuk kendaraan roda dua maksimal Rp5.000 untuk sedang untuk kendaraan roda empat maksimal Rp10.000.
Tarif tersebut menyusul Dandangan merupakan event khusus. Pemkab Kudus melalui Dinas Perhubungan, pun telah menetapkan titik kantong parkir resmi dengan tarif seragam.
‘’Kami sudah seragamkan harganya. Jika ada yang menarik tarif di atas itu, akan kami tindak lanjuti. Titik-titik kantong parkir terbaru juga sudah di-share secara luas kepada masyarakat,’’ tegasnya.
Sementara Plh Kepala Dinas Perdagangan Kudus, Eko Hari Djatmiko, mengungkapkan optimisme tinggi terhadap perputaran uang di Dandangan 2026. Merujuk pada data tahun 2025, jumlah pengunjung mencapai 85.000 orang dengan perputaran uang sebesar Rp16,5 miliar.
‘’Tahun ini melihat animo yang luar biasa dan penataan yang lebih tertib, kami menargetkan perputaran uang minimal Rp17 miliar. Namun, melihat kondisi di lapangan, saya optimis bisa menembus angka Rp20 miliar,” ungkap Eko.
Baca juga: Potret Ketangguhan Perempuan Kudus dalam Tari Caping Kalo
Lanjut Eko, Tradisi Dandangan 2026 akan berlangsung selama 10 hari, mulai 9 Februari hingga 18 Februari 2026 mendatang. Untuk memastikan akurasi data ekonomi, tim khusus akan melakukan pendataan omzet harian pedagang dalam tiga fase yakni awal, tengah, dan akhir periode.
Eko juga menjamin bahwa harga barang dan kuliner di Dandangan tahun ini relatif lebih terjangkau dibandingkan tahun lalu.
‘’Pelaksanaan tahun ini kami bekerja sama dengan Event Organizer (EO) melalui perjanjian kerjasama (PKS) yang diawasi ketat, sehingga pembagian stan dan operasional berjalan lancar,’’ pungkasnya. (LK9)
Editor: Ahmad Muhlisin













