LINIKATA.COM, PATI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati memastikan akan menanggung biaya perawatan 22 siswa yang diduga mengalami keracunan menu Makan Bergizi Gratis (MBG), Senin (9/2/2026). Saat ini, semua siswa dirawat secara intensif di Rumah Sakit Keluarga Sehat Hospital (KSH).
Kepastian pembiayaan itu disampaikan Plt Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra usai menjenguk siswa yang diduga mengalami keracunan di RS KSH.
”Biaya perawatan ditanggung pemerintah,” ujar Chandra yang juga Ketua Satgas MBG di Pati itu.
Baca juga: 21 Siswa SMKN 4 Pati Diduga Keracunan MBG, Dilarikan ke KSH
Atas kejadian ini, dirinya pun meminta kepada seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Pati untuk menjelaskan standar oprasional prosedur (SOP).
”Kita informasikan agar SPPG di Kabupaten Pati agar SOP,” lanjut Chandra.
Ia meminta proses pendatangan bahan baku, penyimpanan bahan baku, proses memasak hingga pengemasan perlu dijaga agar higenis, terutama proses penyimpanan.
”Bahan baku itu penyimpanan seperti apa. Pendinginan seperti apa. Katena harus kondisi frea. Kalau tidak fres ada masalah,” tandas Chandra.
Selain itu, pihaknya juga sudah mengirim sampel makanan ke laboratorium di Semarang untuk mengetahui penyebab dugaan keracunan.
“Kita baru observasi, sempelnya sudah dikirim ke Semarang. Menunya ayam, tahu, dan ada sayuran. Kita belum tahu makanan mana yang menjadikan adik-adik sekolah ini keracunan,” katanya.
Diketahui, siswa SMKN 4 Pati mendapatkan menu MBG sekitar pukul 11.30 WIB. Makanan kemudian dibagikan kepada siswa pada pukul 12.00 WIB. Menu MBG yakni, garang asem ayam, sayuran, semangka, tahu dan susu kedelai.
Baca juga: Korban Dugaan Keracunan MBG di SMKN 4 Pati Bertambah Jadi 22 Siswa
Selang enam menit berselang, siswa mengeluhkan pusing, mual dan muntah. Melihat kondisi ini, pihak SMKN 4 Pati menghentikan distribusi MBG. Beberapa porsi MBG ditarik kembali untuk mencegah keracunan lebih besar.
Pihak sekolah kemudian mendatangkan ambulans wan membawa puluhan siswa ke RS KSH Pati. Saat ini perawatan masih berjalan. (LK1)
Editor: Ahmad Muhlisin














