LINIKATA.COM, PATI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati mengklaim keberhasilan program peningkatan produktivitas pertanian melalui target “1 Hektare 10 Ton”. Klaim tersebut diperkuat dengan hasil ubinan saat panen raya di Desa Bumiharjo, Kecamatan Winong, yang mencatatkan angka produktivitas sebesar 10,28 ton per hektare.
Pembuktian Program Lewat Pendampingan Intensif
Plt. Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, menegaskan bahwa pencapaian ini bukan sekadar keberuntungan, melainkan hasil dari strategi pendampingan intensif yang menyentuh level akar rumput. Kesuksesan di Desa Bumiharjo menjadi validasi bahwa target tinggi yang dicanangkan Pemkab sangat realistis untuk dicapai.
“Kegiatan hari ini, saya ditemani Pak Firman untuk membuktikan program satu hektare 10 ton di Desa Bumiharjo, Kecamatan Winong. Pagi ini sudah dicek dan hasilnya mencapai 10,28 ton. Ini program yang luar biasa karena tim pertanian dari kecamatan sampai desa bekerja keras melakukan sosialisasi dan pendampingan,” ujar Chandra.
Baca juga: Plt Bupati Pati Klaim Program “10 Ton Bisa” Sukses, Minta Petani Tak Usah Ragu
Rahasia Lonjakan Produksi: Pupuk Tepat Guna
Salah satu poin utama kesuksesan program ini adalah optimalisasi penggunaan pupuk. Pemkab Pati berhasil membuktikan bahwa dengan kombinasi pupuk subsidi dan pupuk pendukung yang tepat, hasil panen yang biasanya mentok di angka 5–7 ton per hektare kini bisa melonjak drastis.
“Petani di sini masih menggunakan 100 persen pupuk subsidi, ditambah pupuk pendukung. Hasilnya produksi bisa mencapai 10,2 ton. Insya Allah semua beres. Cuma tinggal bantuan alat-alat pertanian ini yang mungkin Pak Firman bisa membantu kami,” kata Chandra saat mendampingi kunjungan kerja Anggota Komisi IV DPR RI.
Baca juga: Janji Renovasi Tak Ditepati, PKL Alun-Alun Kembangjoyo Pati Bertahan Tanpa Kepastian
Diapresiasi Pusat, Lampaui Target Swasembada
Klaim kesuksesan program dari Pemkab Pati ini mendapat pengakuan dari pusat. Anggota Komisi IV DPR RI, Firman Soebagyo, menilai inisiatif Pati ini telah mengakselerasi ketahanan pangan nasional lebih cepat dari jadwal yang diperkirakan.
“Ini patut diapresiasi karena faktanya capaian swasembada pangan nasional justru lebih cepat dari rencana. Stok beras nasional di awal tahun ini mencapai 3,32 juta ton. Namun capaian ini harus dijaga keberlanjutannya dengan mengantisipasi gagal panen dan anomali cuaca,” tutur Firman. (LK1)
Editor: Ahmad Muhlisin














