LINIKATA.COM, PATI – Bencana banjir yang melanda Kabupaten Pati kini telah memasuki pekan ketiga dan belum menunjukkan tanda-tanda akan surut. Sejak mulai merendam pemukiman pada Jumat (9/1/2026) lalu, tercatat sebanyak 45 desa yang tersebar di tujuh kecamatan masih terdampak oleh bencana hidrometeorologi ini.
Berdasarkan data terbaru dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pati pada Jumat (30/1/2026), Kecamatan Gabus menjadi wilayah dengan dampak terluas yakni mencakup 13 desa. Diikuti oleh Kecamatan Juwana dengan 8 desa, Jakenan 7 desa, Dukuhseti 5 desa, Kayen 5 desa, Pati Kota 4 desa, dan Sukolilo 3 desa.
Dampak dari rendaman air ini telah meluas ke berbagai sektor. Sebanyak 2.921 rumah warga terendam yang mengakibatkan 10.939 jiwa dari 3.988 kepala keluarga terdampak. Kondisi ini juga memaksa 1.060 jiwa untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Baca juga: Banjir Pati: 14 Ribu Hektare Sawah Puso, Kerugian Ditaksir Rp301 Miliar
Selain permukiman, banjir juga melumpuhkan sektor ekonomi dengan merendam 3.825 hektare sawah dan 660,5 hektare tambak, serta merusak fasilitas umum termasuk jalan sepanjang 10 kilometer dan belasan tempat ibadah.
Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Pati, Martinus Budi Prasetyo, mengungkapkan bahwa secara umum kondisi banjir memang mengalami sedikit penyusutan dibandingkan hari-hari sebelumnya, terutama di wilayah pesisir. “Data terbaru ada penyusutan. Misalnya Juwana, Kedungpancing, Tluwah, Jepuro, Doropayung. Genangan tinggal di situ,” katanya saat dihubungi melalui telepon.
Baca juga: Atasi Banjir, Pemkab Pati Wacanakan Buat Sodetan 11 Km di Sungai Silugonggo
Meski demikian, Martinus menegaskan bahwa potensi kenaikan tinggi muka air masih sangat mungkin terjadi mengingat puncak musim hujan diprediksi masih berlangsung hingga Februari. Curah hujan di wilayah Pegunungan Muria dan Kendeng menjadi faktor penentu kondisi genangan di wilayah bawah.
“Masih ada (potensi kenaikan banjir). Selama tinggi muka air Silugonggo itu belum turun. Kemudian masih ada potensi hujan. Baik itu hujan di Muria maupun Kendeng,” ucapnya menjelaskan situasi terkini. (LK1)
Editor: Ahmad Muhlisin














