LINIKATA.COM, PATI – Sudah satu minggu lamanya Kabupaten Pati dilanda banjir yang tak kunjung surut. Sejak pertama kali menerjang pada Jumat (9/1/2026), bencana hidrometeorologi ini telah melumpuhkan aktivitas warga di 136 desa yang tersebar di 21 kecamatan. Kondisi semakin memilukan setelah dilaporkan dua warga meninggal dunia akibat musibah ini.
Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pati menyebutkan, sampai Sabtu (17/1/2026), 136 desa di 21 kecamatan terdampak bencana hidrometeorologi yang terjadi sejak Jumat (9/1/2026). Jumlah rumah yang terdampak banjir mencapai 17.668 unit. Paling banyak terdapat di Kecamatan Dukuhseti dengan 5.102 rumah, Juwana 2.922 rumah, dan Jakenan 2022 rumah.
Tak hanya itu, banjir juga menyebabkan 131 fasilitas umum (fasum) tak bisa digunakan. Paling banyak berada di Kecamatan Jakenan dengan 23 fasum, Juwana 21 fasum, serta Margorejo dan Pati masing-masing 15 fasum.
Baca juga: Tinjau Banjir Pati, Kepala BNPB Prioritaskan Modifikasi Cuaca hingga Perbaikan Rumah
Banjir tersebut berdampak pada 61.818 warga. Jumlah terbanyak berada di Kecamatan Dukuhseti dengan 15.323 jiwa, Juwana 11.895 jiwa, dan Pati 10.275 jiwa. Selain itu, banjir juga menelan dua korban jiwa di Kecamatan Gunungwungkal dan Dukuhseti.
Para petani juga dipastikan merugi setelah 7.352,6 hektare lahan sawah terendam banjir dan mayoritas mengalami puso. Paling banyak terdapat di Kecamatan Sukolilo dengan 2.860 hektare, Jakenan 1.273 hektare, dan Gabus 731,6 hektare. Selain itu, 303,25 hektare tambak di Kecamatan Dukuhseti juga ikut diterjang banjir.
Bupati Pati, Sudewo, menegaskan bahwa prioritas utama saat ini adalah keselamatan warga dan pemenuhan kebutuhan pokok. Di tengah upaya pembersihan lumpur pada wilayah yang mulai surut, pemerintah daerah terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat melalui BNPB.
“Kami berupaya maksimal memenuhi kebutuhan dasar warga terdampak, terutama makanan, sandang, dan tempat pengungsian,” jelas Sudewo saat mendampingi Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto di Balai Desa Sidoharjo, Sabtu (17/1/2026).
Terkait infrastruktur yang rusak, Sudewo memastikan perbaikan permanen akan segera dilakukan, terutama untuk tanggul yang jebol. Selain itu, pendataan terhadap lebih dari seribu rumah yang rusak akibat banjir dan longsor sedang dikebut agar segera mendapatkan bantuan dari Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman.
“Saat ini sudah lebih dari seribu rumah rusak dan masih dalam proses pendataan. Nantinya akan kami laporkan ke Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (untuk dapat bantuan),” ungkapnya.
Baca juga: Kepala BNPB Sebut Dangkalnya Sungai Silugonggo Sebabkan Banjir Kudus-Pati
Pemerintah Kabupaten Pati juga memberikan perhatian khusus bagi keluarga korban yang ditinggalkan. Dua korban jiwa yang berasal dari Kecamatan Gunungwungkal dan Dukuhseti dipastikan akan mendapatkan bantuan dari pemerintah daerah.
“Ada dua orang meninggal dunia. Nanti akan ada santunan juga,” ungkap Sudewo.
Di akhir pernyataannya, Sudewo menyampaikan rasa syukur atas respons cepat dari pemerintah pusat dalam membantu warga Pati melewati masa sulit ini.
“Kami berterima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto atas perhatian dan dukungannya kepada warga Kabupaten Pati yang sedang terdampak banjir,” pungkasnya. (LK1)
Editor: Ahmad Muhlisin














