LINIKATA.COM, KUDUS – Ketinggian banjir di sejumlah wilayah Kabupaten Kudus terus meningkat. Kondisi ini memaksa tim gabungan bekerja ekstra keras dalam mengevakuasi warga yang terjebak di permukiman. Hingga Kamis (15/1/2026), tercatat sebanyak 596 jiwa telah menempati posko pengungsian.
Proses evakuasi berlangsung dramatis, terutama saat petugas medis dan tim gabungan harus menerjang banjir menggunakan brankar ambulans untuk menyelamatkan warga yang sedang sakit. Selain itu, perahu karet dikerahkan menyusuri gang-gang sempit guna menjemput lansia, anak-anak, dan balita.
Baca juga: Detik-Detik Pemotor Nyaris Terseret Banjir Bandang di Pantura Kudus
Kapolsek Jati, AKP Hadi Noor Cahya, menyatakan, wilayahnya menjadi salah satu titik terdampak paling parah dengan ketinggian air mencapai satu meter.
“Fokus utama kami adalah keselamatan warga. Evakuasi diprioritaskan untuk lansia, anak-anak, dan warga sakit, khususnya di Dukuh Goleng dan Desa Jetiskapuan,” tegasnya.
Baca juga: Puluhan Sekolah di Kudus Tergenang Banjir, KBM Diizinkan Daring
Meski demikian, AKP Hadi mengakui adanya kendala berupa keterbatasan jumlah perahu, mengingat luasnya sebaran banjir yang kini merendam 35 desa di tujuh kecamatan.
Berdasarkan data BPBD Kudus, total warga terdampak mencapai 48.190 jiwa. Musibah ini juga dilaporkan menelan dua korban jiwa akibat terseret arus serta sempat melumpuhkan akses jalan nasional. (LK6)
Editor: Ahmad Muhlisin














